Jumat, 06 Januari 2017

Rangkuman Manajemen Proyek & Resiko

PENGENALAN MANAJEMEN PROYEK

Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek:
•    Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
•    Meningkatnya relasi dengan customer
•    Waktu pembangunan yang lebih singkat
•    Biaya yang lebih rendah
•    Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas
•    Keuntungan yang lebih besar
•    Meningkatnya produktivitas
•    Koordinasi yang lebih baik
•    Moral pekerja lebih baik

Pengertian Proyek dan Manajemen Proyek
Proyek adalah rangkaian usaha dalam jangka waktu  tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa unik tertentu, dilaksanakan oleh manusia  dengan memanfaatkan berbagai sumber daya melalui rangkaian proses perencanaan, eksekusi dan kontrol.
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.

Kendala-kendala Manajemen Proyek:
•    Proyek harus beroperasi  dalam lingkungan organisasi yang luas.
•    Manajer proyek perlu mengambil pandangan holistik atau sistem proyek dan mengerti bagaimana terletak didalam organisasi besar.

Kerangka Kerja Dan Area Knowledge Manajemen Proyek
Kerangka Kerja Manajemen Proyek:
•    Kerangka kerja manajemen proyek menyediakan struktur dasar untuk memahami manajemen proyek
•    Konteks manajemen proyek  menggambarkan lingkungan internal dan eksternal dimana dimana proyek tersebut beroperasi.
•    Rangkaian proses manajemen proyek  menggambarkan pandangan umum tentang bagaimana proses manajemen proyek dalam pengelolaan proyek tersebut dilaksanakan dan hubungan keterkaitan antaranya.
Area Knowledge Manajemen Proyek:
•    Pengelolaan Waktu proyek termasuk memperkirakan berapa lama memakan waktu untuk menyelesaikan kerja, membangun jadwal proyek yang dapat diterima, dan menjamin ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut.
•    Pengelolaan Lingkup proyek termasuk menentukan dan mengelola semua kerja yang diperlukan untuk menyeleesaikan kesuksesan proyek.
•    Pengelolaan Biaya proyek terdiri dari persiapan dan pengelolaan biaya untuk proyek.
•    Proyek pengelolaan Resiko termasuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko yang terjadi di dalam proyek.
•    Proyek SDM memperhatikan kegunaan efektif dari orang yang terkait dengan proyek itu.
•    Project Integration management mempengaruhi dan dipengaruhioleh 8 area pengetahuan lainnya.

Alat dan Tehnik Manajemen Proyek
Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari berbagai aspek manejemen proyek:
•    Analisis waktu, bagan Gantt, dan diagram network.
•    Perkiraan biaya
•    Perkiraan ruang lingkup.

Hubungan manajemen proyek dengan disiplin ilmu lain
•    Sebagian besar pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola proyek yang unik atau hampir unik untuk manajemen proyek (misalnya: analisis jalur kritis dan struktur kerja rincian).
•    Manajemen umum meliputi perencanaan, pengorganisasian, staf, melaksanakan, dan mengendalikan operasi perusahaan berlangsung. Manajemen umum juga termasuk mendukung disiplin ilmu seperti pemrograman computer, hukum, statistic dan teori probabilitas,logistic dan personel.
•    Daerah aplikasi adalah kategori proyek yang memeiliki elemen umum yang signifikan dalam proyek tsb namun tidak dibutuhkan hadir dalam semua proyek. Daerah aplikasi didefinisikan dalam hal :
a)    Teknis elemen, seperti pengembangan perangkat lunak, farmasi atau teknik kontruksi.
b)    Manajemen elemen, seperti kontrak pemerintah atau pengembangan produk baru.
c)    Industry kelompok, seperti otomotif, kimia, atau layanan keuangan.

Profesi dan Sertifikasi Manajemen Proyek
Profesi Manajemen Proyek:
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan.
Sertifikasi Manajemen Proyek:
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada.

Etika dalam Manajemen Proyek
Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara professional.

Manajemen Proyek Software
Enterprise Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa proyek untuk memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif, dan akan datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi yang lebih detail mengenai suatu proyek tertentu.


KONTEKS MANAJEMEN PROYEK & TI

Gambaran Sistem Manajamen Proyek
Manajemen merupakan proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari orga­nisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program-program, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung menerus seiring dehgan berjalannya waktu. Supaya proses manajemen dapat berlangsung sangkil dan mangkus diperlukan sistem serta struktur organisasi yang memadai dengan program yang berorientasi pada tercapainya sasaran.

Model Sistem Manajemen
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan perwakilan sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Biasanya manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.

Pemahaman mengenai Organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya pada proyek
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaanya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Komitmen Stakeholder dan Top Manajemen dalam Proyek TI
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).

Phase dan siklus hidup proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over Lapping Phases, Prototyping, Joint Aplication Development, Herative Life Cycle. Berikut penjelasan secara detailnya:
•    Model Water Fall
a)    System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software.
b)    Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
c)    Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
d)    Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding – Maintenance.
e)    Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah di ujicobakan 2. System Engineering
f)    Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.

•    System Engineering
Tahapannya dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique):
a)    Model Objek.
b)    Model Dinamis.
c)    Model Fungsional.

•    Over Lapping Phases
a)    Komunikasi pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
b)    Perencanaan, yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
c)    Analisis Resiko, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis.
d)    Perekayasaan, yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari apikasi tersebut.
e)    Konstruksi dan peluncuran, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
f)    Evaluasi Pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.

•    Prototyping
a)    Pengumpulan kebutuhan. Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
b)    Membangun prototyping. Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
c)    Evaluasi protoptyping. Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan.
d)    Mengkodekan sistem. Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e)    Menguji sistem. Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
f)    Evaluasi Sistem. Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
g)    Menggunakan sistem. Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

•    Joint Aplication Development
a)    Bussiness Modelling. Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
b)    Data Modelling. Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
c)    Process Modelling. Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
d)    Aplication Generation. Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
e)    Testing and Turnover. Tahap pengujian system.

•    Herative Life Cycle
a)    Perencanaan (Planning). Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan system.
b)    Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition). Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari system.
c)    Perancangan Knowledge (Knowledge Design). Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan rinci untuk system.
d)    Koding dan pengujian (Code and Checkout). Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman.
e)    Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification). Tahap ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi system.
f)    Evaluasi sistem (System Evaluation). Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.

Siklus Hidup Produk
            Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup.Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.
Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline. Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
•    Tahap perkenalan (introduction)
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan.
•    Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.
•    Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
•    Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.
Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a)    Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b)    Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c)    Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d)    Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e)    Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Konteks dari proyek IT
Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, output yang akan dihasilkan, pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan ditetapkan dengan jelas.
            Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek teknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal.

Fungsi kerja manajemen proyek
Fungsi manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
•    Planning to Do (Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.
•    Pengendalian. Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek.
•    Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan, supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya keahlian yang disarankan yaitu:
•    Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas.
•    Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
•    Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
•    Keterampilan teknologi.
•    Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
•    Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut.

Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
Effective project manager:
•    Visioner.
•    Kompeten.
•    Motivator yang baik.
•    Mendukung anggota tim.
•    Membuat ide – ide baru.
Ineffective project manager:
•    Minder.
•    Motivator yang buruk.
•    Tidak Kompeten.
•    Komunikator yang buruk.


GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK

Grup proses manajemen proyek
     Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, dan tiap-tiap proses tersebut membentuk suatu grup proses Dalam manajemen proyek terdapat 5 grup proses yaitu :
•    Inisiasi, yaitu dilakukannya pendefinisian proyek
•    Perencanaan proyek, yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan proyek, serta merencanakan aktivitas aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati.
•    Eksekusi, yaitu mengintegrasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan.
•    Kontrol, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
•    Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau jasa yang dihasilkan dari proyek.

Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam grup proses.

Inisiasi Proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga petunjuk untuk memulai perencanaan.

Dokumen Inisiasi
Merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.

Rencana Proyek
Adalah sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu dibuat.

Perencanaan Proyek
•    Tujuan dan ruang lingkup proyek (Scope Management).
•    Waktu Pengerjaan atau jadwal proyek (Time Management).
•    Rencana Anggaran Biaya Proyek (Cost Management).
•    Kualitas Proyek (Quality Management).
•    Sumber Daya Proyek (Resource Management).
•    Manajemen Resiko (Risk Management).
•    Perencanaan Komunikasi (Communication Management).
•    Pengadaan (Procurement Management).
•    Integrasi (Integration Management).

Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables  atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek jugapenyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.


MANAJEMEN INTEGRASI PROYEK

Manajemen integrasi proyek mencakup proses-proses dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mengindentifikasi, mendefinisikan, menggabungkan, menyatukan, dan mengkoordinasikan berbagai macam proses dan kegiatan di dalam proses manajemen proyek. Terutama berkaitan dengan mengintegrasikan proses-proses yang ada di dalam kegiatan manajemen proyek yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek  secara efektif.

Proses-proses utama dalam manajemen integrasi proyek:
•    Membuat Project Charter (Develop Project Charter)
Proses pembuatan sebuah dokumen yang secara formal mengesahkan keberadaan sebuah proyek dan memberikan manajer proyek kewenangan untuk menetapkan sumber daya organisasi yang akan digunakan dalam kegiatan proyek.
•    Membuat Rencana Manajemen Proyek (Develop Project Management Plan)
Proses penetapan, persiapan, dan koordinasi semua rencanasubsidiary dan mengintegrasikan rencana-rencana tersebut ke dalam suatu rencana proyek yang komprehensif.
•    Mengarahkan dan Mengelola Pelaksanaan Pekerjaan Proyek (Direct and Manage Project Work)
Proses pengarahan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah ditetapkan di dalam rencana manajemen proyek serta menerapkan perubahan yang sudah disetujui untuk mencapai sasaran proyek.
•    Memantau dan Mengendalikan Pelaksanaan Pekerjaan Proyek (Monitor and Control Project Work)
Proses pemonitoran, peninjauan, dan pelaporan perkembangan dari proyek terhadap sasaran kinerja proyek seperti yang telah ditetapkan dalam rencana manajemen proyek.
•    Melaksanakan Pengontrolan Perubahan yang Terintegrasi (Perform Integrated Change Control)
Proses peninjauan semua usulan perubahan; menyetujui perubahan dan mengelola perubahan ke dalam pelaksanaan, aset proses organisasi, dokumen proyek, dan rencana manajemen proyek dan mengkomunikasikan disposisi hal-hal tersebut.
•    Penutupan Proyek (Close Project or Phase)
Proses penyelesaian semua kegiatan-kegiatan di dalam pelaksanaan manajemen proyek dimana proyek telah berakhir secara formal.


MANAJEMEN RUANG LINGKUP

Project Scope Management
adalah suatu kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan telah mencakupi semua requirement yang telah didefinisikan, dan tidak terdapat kegiatan tambahan yang tidak berhubungan dengan requirement.
Scope pada dasarnya dapat mengacu pada dua pengertian : Product Scope dan Project Scope. Product Scope adalah fitur dan fungsi yang merupakan karakteristik dari produk atau layanan yang dihasilkan, Sedangkan Project Scope adalah Kegiatan yang dilakukan untuk menghasulkan produk atau layanan

Proses Projeck Scope Management
•    Plan Scope Management (Management perencanaan ruang lingkup), adalah kegiatan untuk mendokumentasikan pendefinisian, proses validasi, dan pengontrolan Proyek. Tujuannya adalah untuk memberikan arahan tentang cara scope pengelolaan dalam proyek.
•    Mengumpulkan Requirement, adalah kegiatan untuk mengumpulkan kebutuhan dari Stakeholder. Pada tahap ini, input yang diperlukan diantaranya : Scope management plan, requirement management plan, stakeholder management plan, Project Charter, dan Stakeholder Register. Input ini kemudian diproses dengan beberapa cara seperti interview, analisis dokumen, dan membuat prototype. Output yang diperoleh pada tahap ini adalah requirement documentation dan requirement traceability matrix.

•    Mendefinisikan Scope (ruang lingkup). Pada tahap ini, dilakukan pemilihan requirement berdasarkan requirement yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dibuat deskripsi lengkap tentang proyek dan produk, atau layanan
•    Membuat WBS (Work Breakdown Structure). Pada tahap ini, dilakukan pemecahan pekerjaan agar lebih mudah dilakukan.
•    Memvalidasi Scope. Proses validasi ini dilakukan berdasarkan Control Quality yang ditinjau oleh Customer atau Sponsor.
•    Mengontol Scope, adalah proses untuk memantau status dari suatu proyek dan scope produk serta mengelola perubahan pada scope.

Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek
Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang, memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
•    Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
•    Identifikasi proyek potensial.
•    Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
•    Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.

Mengapa perusahaan investasi pada IT
•    Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
•    Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
•    Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.

Cara Identifikasi Proyek Potensial
Berikut adalah cara - cara mengidentifikasi proyek potensial:
•    Kebanyakan organisasi mengikuti proses perencanaan dalam memilih proyek IT.
•    Membangun Rencana strategis IT berdasarkan rencana strategis organisasi secara menyeluruh.
•    Analisis Area Bisnis.
•    Mendefinisikan proyek yang potensial.
•    Memilih proyek IT dan menempatkan sumber daya yang dibutuhkan.

Kategori Proyek TI
•    Software Development Project
Proyek ini adalah proyek berkelompok yang bekerja membuat sebuah software mulai dari menspesifikasi, mendesign, mengembangkan, mengetesnya kemudian mengaplikasikannnya. Pada proyek ini, pengembang proyek membuat software dari blue print proyek hingga jadi tantangan dari proyek ini ialah antara supplier dengan customer memiliki perbedaan ide dalam pengembangan software, selain itu proyek ini hanya bisa di pahami secara benar oleh manajer proyek dan teamnya saja sedangkan seorang customer masih sulit memahami software sehingga di butuhkan pendekatan fleksibilitas dalam meninjau kembali spesifikasi dan negoisasi dengan customer.
•    Package Implementation Project
Proyek ini biasanya diadakan ketika perusahaan ingin menambahkan software baru  yang sesuai dengan dengan proses bisnisnya. Proyek ini sebenarnya mudah dilakukan sendiri oleh perusahaan yang akan menggunakan software tersebut, tetapi tidak semua perusahaan mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dalam jenis proyek ini atau sudah menjadi kesepakatan antara developer software untuk sekaligus menginstalkan software tersebut ke komputer perusahaan.
Tantangan yang dihadapi dari proyek ini ialah kita harus mengintegrasikan data sebelumnya atau dengan software untuk dipindahkan ke software yang dibuat. Seorang manajer proyek serta timnya haru memberikan pelatihan agar software dapat di gunakan secara maksimal.
•    System Enhancement project
Proyek ini muncul ketika pengguna, pemilik serta sistem yang telah ada  ingin kita tingkatkan kinerjanya dengan menyediakan fitur-fitur/ fungsi baru. Tantangan yang didapat ketika menjalankan proyek ini ialah sistem yang ingin ditingkatkan dapat menganggu sistem yang telah ada sehingga menghambat jalanya proyek. Tantangan yang lain yang diperoleh ialah kita mengadakan testing ke belakang apakah peningkatan produk lama menganggu produksi yang lain.
•    Consultacy and Business Analysis Assignment
Jenis proyek ini ada karena tidak semua ahli IT ingin menjadi penginstal software atau menjadi pengembang, maka di buatlah proyek ini yang berfokus pada isu bisnis apa saja yang sedang ngetrend pada era itu atau para pelaku proyek ini juga bisa memberikam informasi pada bidang IT tantangan dari proyek ini adalah banyak pengguna teknologi informasi dalam menggunakannya tidak terlalu benar, maka sebuah konsultasi adalah suatu hal yang biasa  sedangkan tantagan yang lain ialah seorang yang bergerak yang bekerja di proyek ini harus memenuhi deadline dari yang di minta customer dalam menganalisis bisnisnya.
•    System Migration Project
Proyek ini bergerak di bidang operating system, biasanya proyek ini akan memilih menggunakan operating system apa yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Tantangan dari proyek ini adalah sedikit dari penikmat proyek ini yang akan menggunakan operating system yang baru, hal ini dapat diatasi dengan memberikan pelatihan dan pengenalan sekilas dari pihak tim proyek atau diadakan proyek lain yaitu proyek Consultacy and Business Analysis Assignment.
•    Infrastructure Implementation
Pada proyek ini di fokuskan dalam pengenalan, penggantian dari hardware, server, PC’s contohnya ialah pengadaan komputer dan alat-alat pendukung pada sebuah kantor baru. Tantangan dari proyek ini adalah rawan terjadi kecurangan dalam pengadaan infrastruktur baru dan pihak suplier menjadi pihak paling berat karena pada pihak ini dia yang paling banyak berpatisipasi seperti berapa waktu yang di butuhkan dalam pengadaan, pengiriman dan sebagainya
•    Outsourcing (and in-sourcing) projects
Proyek ini terkait dengan keputusan perusahaan dalam mengembangkan proyek IT di perusahaannya, sebelunya kita perlu mengetahui konsep dari outsourcing dan insourcing. Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya sedangkan, Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Kedua metode ini baik untuk di jalankan tergantung dari fokus mereka dalam menyelesaikan Proyek ITnya. Keduanya juga memiliki kelemahan dan keuntungan masing-masing sehingga di butuhkan manajer proyek yang berpengalaman apakah menggunakan jasa pihak ketiga atau memaksimalkan sumber daya perusahaannya.
Tantangan dari proyek ini juga  terbagi dua, apabila kita menggunakan outsourcing, aplikasi yang di buat pihak ketiga tidak dapat di miliki sepenuhnya oleh perusahaan kita sehingga aplikasi tersebut dapat dipakai juga oleh kompetitor kita. Tantangan yang lain ketika menggunakan outsourcing ialah ketika salah memilih vendor maka vendor tersebut tidak dapat membuat apa yang sebenarnya di butuhkan oleh perusahaan sehingga perusahaan tersebut akan merugi sedangkan tantangan yang didapat ketika menggunakan insourcing ialah kurangnya atau tidak ada sumber daya manusia yang ahli di bidang sistem informasi sehingga apa ada kegagalan di tanggung oleh perusahaan itu sendiri.
•    Disaster recovery projects
Proyek ini semacam antisipasi, prosedur dan kebijakan keberlangsungan infrastruktur teknologi terhadap data-data perusahaan dari berbagai macam gangguan yang menyebabkan data-data penting tersebut rusak, hilang sehingga dapat menganggu proses bisnis perusahaan. Tantangan dari proyek ini menyediakan perangkat dan infrastruktur yang benar-benar aman sebagai back-up dari semua data tersebut.
•    Smaller IS project
Proyek ini biasa di akukan oleh developer sendiri untuk meningkatkan sistem yang ada tetapi dengan lingkup yang terlalu luas dan biasanya waktu pengerjaannya tidak terlalu lama. Tantangan dari proyek ini ialah sulit membedakan antara pekerjaan kecil developer sendiri untuk meningktkan kinerja suatu sistem, hal ini terjadi karena besar atau kecil perbaikan yang di lakukan tetap membutuhkan usaha yang sama ketika developer di minta meningkatkan sistem tersebut.

Weighted Scoring Model
Adalah tool yang dapat memberikan proses yang sistematis dalam memilih proyek berdasarkan beberapa kriteria.
•    Identifikasi kriteria yang penting.
•    Tentukan bobot pada setiap kriteria.
•    Tentukan score pada tiap kriteria.
•    Kalikan score terhadap kriteria untuk memperoleh bobot total.
•    Makin tinggi bobot total makin baik proyek yang didapatkan.

Balanced Scorecard
Scorecard yang seimbang adalah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan.
Balanced Scorecard tetap mempertahankan ukuran finansial tradisional Tapi ukuran finansial menceritakan kisah tentang peristiwa masa lalu, cerita yang memadai untuk perusahaan abad industri di mana investasi dalam kapabilitas jangka panjang dan hubungan dengan pelanggan tidak penting untuk keberhasilan.. Langkah-langkah keuangan tidak memadai, namun, untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan perusahaan bahwa informasi usia harus membuat untuk menciptakan nilai masa depan melalui investasi pada pelanggan, pemasok, karyawan, proses, teknologi, dan inovasi.


MANAJEMEN WAKTU

Pentingnya Jadwal Proyek
Manajer proyek biasanya menganggap penyerahan hasil tepat pada waktunya adalah tantangan yang paling besar. Isu mengenai jadwal merupakan sebab utama terjadinya konflik dalam proyek, khususnya pada paruh kedua jalannya proyek. Waktu merupakan besaran yang paling tidak fleksibel; waktu akan berlalu apapun yang terjadi pada proyek.
Terdapat konflik yang dapat terjadi pada jadwal. Penyebabnya adalah Individual work style dan perbedaan budaya. Indikator tipe Myers-Briggs berfokus pada perilaku individu terhadap struktur dan tenggat (deadline). Beberapa individu memilih untuk mengikuti jadwal dan memenuhi tenggat sementara beberapa individu yang lain tidak. Perbedaan budaya bahkan utk negara yang sama akan mempunyai perilaku yang berbeda terhadap jadwal.

Estimasi Durasi Aktivitas Dan Pembentukan Jadwal
Sebelum Anda dapat memperkirakan durasi untuk setiap kegiatan, Anda harus memiliki ide yang baik dari jumlah dan jenis sumber daya (orang , peralatan , dan bahan-bahan ) yang akan ditugaskan untuk setiap kegiatan. Sebuah daftar proyek  aktivitas , atribut kegiatan , kalender sumber daya atau ketersediaan , perusahaan, faktor lingkungan , dan aset proses organisasi (seperti kebijakan mengenai kepegawaian dan outsourcing ) semua masukan penting untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.


MANAJEMEN BIAYA

Pentingnya Project Cost Management
Pentingnya manajemen biaya harus diselaraskan dan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, tantangannya adalah tidak hanya untuk biaya yang lebih rendah tetapi juga untuk 'keluar berinvestasi' pesaing pada pertumbuhan. Ada empat prinsip untuk mencapai hal ini melibatkan penggunaan penjualan ambisius dan target pertumbuhan laba, disesuaikan biaya target pengurangan, pemotongan biaya selektif dan kemampuan organisasi ditingkatkan.

Pengertian Cost dan Project Cost Management
Cost atau Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya.Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb. Project Cost Manajemen atau Manajemen Biaya Proyek adalah proses yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah disepakati.

Proses Project Cost Management
Terdapat 3 proses dalam biaya  manajemen proyek yaitu:
•    Cost estimating
Cost estimating melibatkan pengembangan suatu perkiraan atau estimasi biaya dari resource yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Project manager harus menentukan estimasi biaya dengan teliti jika ingin menylesaikan proyek dengan batasan biaya yang ada. Salah satu hasil penting dari project cost management adalah suatu cost estimate. Secara normal project manajer mempersiapkan beberapa tipe dari cost estimate untuk banyak proyek. Ada tiga tipe cost estimating, yaitu : Rough order magnitude (ROM) estimate, Budgetary estimate, dan Definitive estimate. Cost management plan adalah suatu dokumen yang menggambarkan bagaimana organisasi akan mengatur perbedaan biaya dalam proyek.
•    Cost budgeting
Cost budgeting melibatkan pengalokasian estimasi biaya untuk pekerjaan perorangan dalam setiap waktu. Pekerjaan tersebut didasari pada WBS proyek yang dikerjakan. Tujuan utama dari cost budgeting adalah untuk menghasilkan suatu cost baseline untuk memastikan performa proyek dan kebutuhan proyek. Suatu cost baseline adlah suatu tahapan waktu dari budget yang digunakan oleh project manager untuk memastikan dan memantau penggunaan biaya. Cost budgeting juga menyediakan informasi untuk pembiayaan kebutuhan.
•    Cost control
Project cost control termasuk memantau penggunaan biaya, dan memastikan hanya perubahan proyek yang sesuai yang dimasukkan dalam suatu cost baseline yang telah ditinjau kembali dan menginformasikan stakeholder mengenai perubahan proyek yang disahkan yang akan mempengaruhi biaya. Cost baseline, performace report, perubahan yang diinginkan, dan pembiayaan kebutuhan proyek merupakan input untuk proses cost control.

Prinsip dasar dari Cost Management
Ada empat prinsip untuk menyelaraskan manajemen biaya dan pertumbuhan baris paling atas:
•    Prinsip pertama. Gunakan target penjualan yang ambisius dan pertumbuhan laba untuk memotivasi kebutuhan, dan komitmen untuk, pertumbuhan berorientasi manajemen biaya.
•    Prinsip Dua. Penjahit pengurangan biaya target ke posisi biaya yang ada dan strategi bisnis masing – masing. Hal ini memerlukan target pertumbuhan untuk manajer di seluruh perusahaan untuk mencerminkan karakteristik bisnis yang, ini akan mempengaruhi berapa persen dari pendapatan yang meningkat akan datang dari pemotongan biaya dan apa yang dari atas-garis pertumbuhan di bisnis yang berbeda.
•    Prinsip Tiga. Membedakan antara 'baik' dan 'buruk' biaya. Bagian yang paling penting dari pendekatan manajemen yang berorientasi pertumbuhan biaya dimulai setelah penghasilan dan biaya-pengurangan target telah ditetapkan.
•    Prinsip keempat. Membuat kondisi yang tepat untuk manajemen biaya yang berkelanjutan. Membuat perubahan proses manajemen, organisasi dan kemampuan sering merupakan prasyarat untuk manajemen biaya terus menerus.

Rencana sumber daya
Perencanaan sumber daya manusia adalah proses analisis dan identifikasi yang dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga organisasi tersebut dapat menentukan langkah yang harus diambil guna mencapai tujuannya.
Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:
•    Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
•    Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi tersebut secara lengkap.
•    Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
•    Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.
•    Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
•    Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja.
Langkah-langkah perencanaan sumber daya
Untuk sebuah perecanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah dasar yang harus ditempuh:
•    Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
•    Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
•    Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.
•    Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.
•    Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
•    Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.

Jenis Masalah Dengan Estimasi Biaya IT
Membuat estimasi untuk proyek perangkat lunak yang besar merupakan pekerjaan yang cukup besar, mengingat bahwa estimasi biaya dilakukan pada berbagai level proyek. Banyak orang melakukan estimasi dengan sedikit pengalaman akan pekerjaan yang berkaitan. Solusinya adalah cobalah untuk melakukan berbagai pelatihan dan mentoring. Setiap orang memiliki bias masing-masing akan estimasi. Solusinya berikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang meyakinkan bahwa estimasi tidak bias. Manajemen menginginkan sejumlah tawaran,bukan estimasi sebenarnya.  Manajer Proyek harus bisa bernegosiasi dengan sponsor proyek agar dapat membuat estimasi biaya yang realistis.

Penggunaan Software dalam membantu memanajemen
Software manajemen proyek meliputi banyak jenis software, termasuk perencanaan, kontrol biaya dan manajemen anggaran, alokasi sumber daya, software kerjasama, komunikasi, manajemen kualitas dan dokumentasi atau sistem administrasi, yang biasanya menghadapi kesulitan atau kerumitan saat berhadapan dengan proyek-proyek besar. Salah satu software manajemen proyek yang cukup terkenal dan gratis saat ini adalah GanttProject.


MANAJEMEN KUALITAS

Pengertian Kualitas
The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan kualitas sebagai “gelar untuk satu set karakteristik yang memenuhi persyaratan” (ISO9000: 2000). Ahli lain mendefinisikan kualitas berdasarkan:
•    Conformance to requirements : proses proyek dan produk memenuhi spesifikasi tertulis.
•    Fitness for use : suatu produk dapat digunakan seperti yang dimaksudkan.

Proses Quality Management
Project Quality Management adalah proses yang dilakukan, untuk  menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines. Merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh organisasi proyek untuk memberikan jaminan tentang kabijakan kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.

Quality Planning, Quality Assurance, Quality Control
Quality Planning:
•    Berarti kemampuan untuk mengantisipasi situasi dan menyiapkan tindakan untuk membawa hasil yang diinginkan.
•    Penting untuk mencegah cacat dengan:
•    Memilih bahan yang tepat.
•    Pelatihan dan mengindoktrinasi orang-orang dalam kualitas.
•    Perencanaan proses yang menjamin hasil yang sesuai.
Quality Assurance:
•    Jaminan kualitas mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan memenuhi standar kualitas yang relevan untuk sebuah proyek.
•    Tujuan lain dari jaminan kualitas adalah peningkatan mutu berkelanjutan.
•    Benchmarking menghasilkan ide untuk perbaikan kualitas dengan membandingkan praktek proyek tertentu atau karakteristik produk kepada mereka dari proyek-proyek lain atau produk di dalam atau di luar organisasi.
•    Quality audit adalah tinjauan terstruktur kegiatan manajemen mutu spesifik yang membantu mengidentifikasi pelajaran yang dapat meningkatkan kinerja pada proyek-proyek yang sedang atau akan.
Quality Control:
•    Acceptance decisions.
•    Rework.
•    Process adjustments.

Analisi Pareto dan Contoh Diagram
Analisis Pareto adalah teknik statistik dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek keseluruhan yang signifikan. Ia menggunakan Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan 80/20) gagasan bahwa dengan melakukan 20% dari pekerjaan Anda dapat menghasilkan 80% dari manfaat melakukan seluruh pekerjaan. Atau dalam hal peningkatan kualitas, mayoritas besar masalah (80%) diproduksi oleh beberapa penyebab utama (20%). Hal ini juga dikenal sebagai beberapa penting dan banyak sepele.

Commonly Used Quality Factors
•    Tangibles / Bukti langsung
Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi tangibles ini akan menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang tidak memperhatikan fasilitas fisiknya akan menumbuhkan kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan.
•    Reliability / Keandalan
Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu.Pentingnya dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara tepat dan pembebanan biaya secara tepat.
•    Responsiveness / Ketanggapan
Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap. Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi yang positif terhadap kualitas jasa yang diberikan. Termasuk didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau meminimalkan kerugian konsumen dengan segera. Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat.
•    Assurance / Jaminan
Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku employee untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkonsumsi jasa yang ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karena melibatkan persepsi konsumen terhadap resiko ketidakpastian yang tinggi terhadap kemampauan penyedia jasa. Perusahaan membangun kepercayaan dan kesetiaan konsumen melalui karyawan yang terlibat langsung menangani konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini terdiri dari kompetensi karyawan.
•    Emphaty / Empati
Emphaty merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan perhatian kepada konsumen secara individu, termasuk juga kepekaan akan kebutuhan konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini merupakan gabungan dari akses (access) yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh masukan dari konsumen dan pemahaman merupakan usaha untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.


MANAJEMEN SUMBER DAYA

Pengertian & Pentingnya Project Human Resource Management
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.

Keys to Managing People dan Motivasi
•    Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a)    Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.
b)    Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan.
c)    Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
•    Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.
•    Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Promosi, Pemindahan dan Pemisahan Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar.

Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal.

Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.

Maslow’s Hierarchy of needs

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri). Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan.
•    Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah.
•    sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas.


MANAJEMEN KOMUNIKASI

Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yag terpenting dalam manajemen karena proses manajemen baru terlaksana, jika komunikasi dilakukan. Secara morfologis, terminologi komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communis atau coninaunicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), dan pertukaran tempat pembicaraan mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya, kata sifatnya communican artinya berdialog, berunding, atau musyawarah (Anwar Arifin 1998:19).
Dalam bahasa Inggris, common memiliki arti sama berkomunikasi berarti berusaha untuk mencapai kesamaan makna atau kesamaan arti (Commonnes). Proses komunikasi dapat dilihat dari unsur-unsur formula Lasswell yaitu Who (siapa pengirimnya/komunikator), Say What (apa yang dikatakan/pesan), in Which Channel (saluran komunikasi apa yang digunakan/media), What Effect (apa akibat yang akan ditimbulkan/efek) (Effendi,1993:256).

Pengertian Manajemen Komunikasi
Menurut Kaye (1994), kelahiran subdisiplin manajemen komunikasi tidak terlepas dari adanya tuntutan untuk lebih membumikan ilmu komunikasi di tataran dunia nyata. Manajemen komunikasi lahir karena adanya tuntutan umtuk menjembatani antara teoritisi komunikasi dengan praktisi komunikasi. Para teoritisi menghadapai keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilkinya. Sementara para praktisi komunikasi mengalami keterbatasan pada rujukan teoritis atau ilmu komunikasi.

Kajian Manajemen Komunikasi
Mempelajari perspektif, paradigma, teori, model, metodologi penelitian, dan konsep-konsep komunikasi serta aspek-aspek manajerial untuk kepentingan pengelolaan sumber daya komunikasi dalam berbagai bentuk dan konteks dalam mewujudkan efektivitas komunikasi. Konsep manajemen dalam perspektif ilmu komunikasi pada hakikatnya dipahami sebagai proses memengaruhi orang lain. Selain itu, konsep dari manajemen komunikasi juga memberi saran kepada kita bahwa kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik bukan hanya sebagai hal yang sudah melekat dalam diri kita saja, melainkan sebagai suatu hal yang dapat kita pelajari dan kita kembangkan.

Tujuan Pembelajaran Manajemen Komuikasi
Setiap subdisiplin dari bidang ilmu mana pun memiliki tujuannya masing-masing bagi para sarjananya. Untuk subdisiplin manajemen komunikasi para sarjananya dibentuk untuk memiliki keahlian dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi berbagai bentuk kegiatan dan sumber daya komunikasi di dalam dan diantara sistem sosial. Maka sarjana ilmu komunikasi dengan spesialisasi manajemen komunikasi diharapkan memiliki:
•    Sikap kritis dan antisipatif terhadap fenomena komunikasi yang terjadi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
•    Pengetahuan yang mendalam mengenai filosofi,metodologi, dan teori-teori di bidang manajemen komunikasi.
•    Keterampilan teknis dan strategis dalam mengelola sumberdaya dan perilaku komunikasi.
•    Kemampuan nyata dalam mengelola berbagai sumberdaya komunikasi guna diimplementasikan kedalam program dan aktivitas komunikasi, baik dalam konteks interpersonal, kelompok, organisasi, maupun masyarakat.
•    Sikap kritis dan analitis terhadap berbagai fenomena sosial-komunikasi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
•    Pengetahuan dan keterampilan dalam merancang,memproduksi, dan mengevaluasi berbagai produk komunikasi.
•    Kemampuan mendayagunakan dalam penggunaan teknik-teknik pertukaran informasi.


MANAJEMEN RESIKO

Pengertian Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.
Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya.

Derajat Resiko
Derajat risiko (degree of risk) adalah ukuran risiko lebih besar atau risiko lebih kecil. Jika suatu risiko diartikan sebagai ketidakpastian, maka risiko terbesar akan terjadi bila terdapat dua kemungkinan hasil yang masing-masing mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi.
Klasifikasi Risiko:
•    Risiko yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat diukur.
•    Risiko financial dan risiko non financial.
•    Risiko statis dan risiko dinamis.
•    Risiko fundamental dan risiko khusus.
•    Risiko murni dan risiko spekulatif.

Risiko Dalam Manajemen Risiko Klasifikasikan
•    Risiko Operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem.
•    Risiko Hazard factor – factor yang mempengaruhi akibat akibat yang ditimbulkan dari suatu peristiwa. Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadp bencana yang menimbulkan kerugian.
•    Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.
•    Risiko strategic adalah risiko terjadinya serangkaian kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manajer untuk mengimplementasikan strateginya secara signifikan.

Penanganan Resiko
Setelah dilakukan selanjutnya ditentukan apakah resiko tersebut dapat diterima (acceptable risk) atau tidak. Apabila resiko tidak dapat diterima (non acceptable risk), perusahaan harus menetapkan tindak lanjut perbaikan sampai resiko terendah dengan prinsip hirarki pengendalian sbb:
•    Eliminasi.
•    Subtitusi.
•    Engineering.
•    Administrasi.
•    Alat Pelindung Diri.

DAFTAR PUSTAKA
http://ammarramadhan.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-05T21:50:00%2B07:00&max-results=7
http://herdynansyah7.blogspot.co.id/2016/10/konteks-manajemen-proyek-dan-resiko.html
http://aadnanhavif.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-10T23:36:00-08:00&max-results=7
http://adityaeswin81.blogspot.co.id/
http://adityarahmadi123.blogspot.co.id/
http://dinzonapp.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T00:36:00-08:00&max-results=7
http://faridwebster.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-biaya.html
http://fitrinovita15.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T01:44:00-08:00&max-results=7
http://bams-ramadhan.blogspot.co.id/search
http://arfadillapriatama20.blogspot.co.id/
http://huseingooners.blogspot.co.id/2016/10/tugas-kuliah-manajemen-proyek-dan-resiko.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar