PENGENALAN
MANAJEMEN PROYEK
Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek:
• Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
• Meningkatnya relasi dengan customer
• Waktu pembangunan yang lebih singkat
• Biaya yang lebih rendah
• Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas
• Keuntungan yang lebih besar
• Meningkatnya produktivitas
• Koordinasi yang lebih baik
• Moral pekerja lebih baik
Pengertian Proyek dan Manajemen Proyek
Proyek adalah rangkaian usaha dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan
untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa unik tertentu, dilaksanakan oleh
manusia dengan memanfaatkan berbagai sumber daya melalui rangkaian proses
perencanaan, eksekusi dan kontrol.
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan,
pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat
mencapai tujuan-tujuan proyek.
Kendala-kendala Manajemen Proyek:
• Proyek harus beroperasi dalam lingkungan organisasi
yang luas.
• Manajer proyek perlu mengambil pandangan holistik atau
sistem proyek dan mengerti bagaimana terletak didalam organisasi besar.
Kerangka Kerja Dan Area Knowledge Manajemen Proyek
Kerangka Kerja Manajemen Proyek:
• Kerangka kerja manajemen proyek menyediakan struktur dasar
untuk memahami manajemen proyek
• Konteks manajemen proyek menggambarkan lingkungan
internal dan eksternal dimana dimana proyek tersebut beroperasi.
• Rangkaian proses manajemen proyek menggambarkan
pandangan umum tentang bagaimana proses manajemen proyek dalam pengelolaan
proyek tersebut dilaksanakan dan hubungan keterkaitan antaranya.
Area Knowledge Manajemen Proyek:
• Pengelolaan Waktu proyek termasuk memperkirakan berapa lama
memakan waktu untuk menyelesaikan kerja, membangun jadwal proyek yang dapat
diterima, dan menjamin ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut.
• Pengelolaan Lingkup proyek termasuk menentukan dan
mengelola semua kerja yang diperlukan untuk menyeleesaikan kesuksesan proyek.
• Pengelolaan Biaya proyek terdiri dari persiapan dan
pengelolaan biaya untuk proyek.
• Proyek pengelolaan Resiko termasuk mengidentifikasi,
menganalisis, dan merespon resiko yang terjadi di dalam proyek.
• Proyek SDM memperhatikan kegunaan efektif dari orang yang
terkait dengan proyek itu.
• Project Integration management mempengaruhi dan
dipengaruhioleh 8 area pengetahuan lainnya.
Alat dan Tehnik Manajemen Proyek
Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari
berbagai aspek manejemen proyek:
• Analisis waktu, bagan Gantt, dan diagram network.
• Perkiraan biaya
• Perkiraan ruang lingkup.
Hubungan manajemen proyek dengan disiplin ilmu lain
• Sebagian besar pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola
proyek yang unik atau hampir unik untuk manajemen proyek (misalnya: analisis
jalur kritis dan struktur kerja rincian).
• Manajemen umum meliputi perencanaan, pengorganisasian,
staf, melaksanakan, dan mengendalikan operasi perusahaan berlangsung. Manajemen
umum juga termasuk mendukung disiplin ilmu seperti pemrograman computer, hukum,
statistic dan teori probabilitas,logistic dan personel.
• Daerah aplikasi adalah kategori proyek yang memeiliki
elemen umum yang signifikan dalam proyek tsb namun tidak dibutuhkan hadir dalam
semua proyek. Daerah aplikasi didefinisikan dalam hal :
a) Teknis elemen, seperti pengembangan perangkat lunak,
farmasi atau teknik kontruksi.
b) Manajemen elemen, seperti kontrak pemerintah atau
pengembangan produk baru.
c) Industry kelompok, seperti otomotif, kimia, atau layanan
keuangan.
Profesi dan Sertifikasi Manajemen Proyek
Profesi Manajemen Proyek:
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti
engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan.
Sertifikasi Manajemen Proyek:
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP).
Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek
yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada.
Etika dalam Manajemen Proyek
Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian
penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab
secara professional.
Manajemen Proyek Software
Enterprise Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa
proyek untuk memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif,
dan akan datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi
yang lebih detail mengenai suatu proyek tertentu.
KONTEKS MANAJEMEN PROYEK & TI
Gambaran Sistem Manajamen Proyek
Manajemen merupakan proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari
organisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan
menjalankan program-program, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah
ditetapkan dan berlangsung menerus seiring dehgan berjalannya waktu. Supaya
proses manajemen dapat berlangsung sangkil dan mangkus diperlukan sistem serta
struktur organisasi yang memadai dengan program yang berorientasi pada
tercapainya sasaran.
Model Sistem Manajemen
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan
perwakilan sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity).
Biasanya manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.
Pemahaman mengenai Organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya
pada proyek
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek
seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan
eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang
dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaanya oleh masyarakat
disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya
manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka
pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang
terus menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan
tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam
keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam
organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi
mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan
secara formal.
Komitmen Stakeholder dan Top Manajemen dalam Proyek TI
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap
stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan
bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim
proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).
Phase dan siklus hidup proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering,
Over Lapping Phases, Prototyping, Joint Aplication Development, Herative Life
Cycle. Berikut penjelasan secara detailnya:
• Model Water Fall
a) System / Information Engineering and Modeling. Permodelan
ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan
diaplikasikan ke dalam bentuk software.
b) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements
Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada
software.
c) Design. Proses ini digunakan untuk mengubah
kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint”
software sebelum coding dimulai.
d) Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini
adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang
dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses
coding – Maintenance.
e) Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah di
ujicobakan 2. System Engineering
f) Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan,
termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak
selamanya hanya seperti itu.
• System Engineering
Tahapannya dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique):
a) Model Objek.
b) Model Dinamis.
c) Model Fungsional.
• Over Lapping Phases
a) Komunikasi pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk membangun
komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh
pelanggan.
b) Perencanaan, yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber
daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
c) Analisis Resiko, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk
menaksir resiko manajemen dan teknis.
d) Perekayasaan, yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun
satu atau lebih representasi dari apikasi tersebut.
e) Konstruksi dan peluncuran, yaitu tugas-tugas yang
dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan
kepada pemakai.
f) Evaluasi Pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan
umpan balik dari pelanggan.
• Prototyping
a) Pengumpulan kebutuhan. Pelanggan dan pengembang
bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan
semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
b) Membangun prototyping. Membangun prototyping dengan
membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan
(misalnya dengan membuat input dan format output).
c) Evaluasi protoptyping. Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan
apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann
pelanggan.
d) Mengkodekan sistem. Dalam tahap ini prototyping yang sudah
di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e) Menguji sistem. Setelah sistem sudah menjadi suatu
perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
f) Evaluasi Sistem. Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang
sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
g) Menggunakan sistem. Perangkat lunak yang telah diuji dan
diterima pelanggan siap untuk digunakan.
• Joint Aplication Development
a) Bussiness Modelling. Tahap ini untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan informasi.
b) Data Modelling. Tahap aliran informasi yang sudah
didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
c) Process Modelling. Tahap dimana objek data yang sudah
didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan
fungsi-fungsi bisnis.
d) Aplication Generation. Tahap dimana menggunakan component
program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
e) Testing and Turnover. Tahap pengujian system.
• Herative Life Cycle
a) Perencanaan (Planning). Tujuan dari tahap perencanaan
adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan
system.
b) Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition). Tujuan
tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari system.
c) Perancangan Knowledge (Knowledge Design). Tujuan tahap ini
adalah menghasilkan rancangan rinci untuk system.
d) Koding dan pengujian (Code and Checkout). Tahap ini
menandakan dimulainya pemrograman.
e) Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification). Tahap ini
bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi system.
f) Evaluasi sistem (System Evaluation). Tahap ini merupakan
tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari
dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.
Siklus Hidup Produk
Siklus hidup
produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika
kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga
memiliki siklus atau daur hidup.Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini
merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang
mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.
Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya
dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Ada berbagai pendapatan
mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)
suatu produk. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan
ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline. Menurut
Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap,
yaitu:
• Tahap perkenalan (introduction)
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume
penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul
baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang
dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan.
• Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat.
Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang
bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif
tahap sebelumnya.
• Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat
dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba
pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan
perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan
ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi
persaingan.
• Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami
kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap
ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang
sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya
menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.
Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan
menurun antara lain:
a) Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b) Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta
program produksiny a agar lebih efisien.
c) Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d) Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba
optimum pada barang yang sudah ada.
e) Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
Konteks dari proyek IT
Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi.
Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya.
Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan
dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek.
Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang
bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu
pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, output yang akan dihasilkan,
pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan
ditetapkan dengan jelas.
Fenomena
diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir
di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek
teknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen
proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai
proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus
direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan
dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan
diawal.
Fungsi kerja manajemen proyek
Fungsi manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
• Planning to Do (Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai
memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi
jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.
• Pengendalian. Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran
patokan dalam pengendalian proyek.
• Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi
memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek
dan pelaksana proyek dilapangan, supaya sukses dan mendapatkan hasil yang
memuaskan.
Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun
softskillnya keahlian yang disarankan yaitu:
• Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas.
• Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana
dan menganalisis masalah.
• Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja
sama pada tim proyeknya.
• Keterampilan teknologi.
• Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif,
sabar serta pantang menyerah.
• Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar
untuk tujuan proyek tersebut.
Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
Effective project manager:
• Visioner.
• Kompeten.
• Motivator yang baik.
• Mendukung anggota tim.
• Membuat ide – ide baru.
Ineffective project manager:
• Minder.
• Motivator yang buruk.
• Tidak Kompeten.
• Komunikator yang buruk.
GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK
Grup proses manajemen proyek
Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses
yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, dan tiap-tiap
proses tersebut membentuk suatu grup proses Dalam manajemen proyek terdapat 5
grup proses yaitu :
• Inisiasi, yaitu dilakukannya pendefinisian proyek
• Perencanaan proyek, yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan
proyek, serta merencanakan aktivitas aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka
mencapai tujuan proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati.
• Eksekusi, yaitu mengintegrasikan semua sumber daya yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang
sudah direncanakan.
• Kontrol, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan
proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana
yang sudah dibuat sebelumnya.
• Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau
jasa yang dihasilkan dari proyek.
Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam
pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu
rencana demi kelancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas
knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam
grup proses.
Inisiasi Proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek
disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin
diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan
permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk
memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan
sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi
telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek
dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga
petunjuk untuk memulai perencanaan.
Dokumen Inisiasi
Merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah
dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.
Rencana Proyek
Adalah sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen
proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu
dibuat.
Perencanaan Proyek
• Tujuan dan ruang lingkup proyek (Scope Management).
• Waktu Pengerjaan atau jadwal proyek (Time Management).
• Rencana Anggaran Biaya Proyek (Cost Management).
• Kualitas Proyek (Quality Management).
• Sumber Daya Proyek (Resource Management).
• Manajemen Resiko (Risk Management).
• Perencanaan Komunikasi (Communication Management).
• Pengadaan (Procurement Management).
• Integrasi (Integration Management).
Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap
untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini,
deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh
aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.
Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu
dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek jugapenyelesaian
deliverables sebagai hasil akhir proyek.
MANAJEMEN INTEGRASI PROYEK
Manajemen integrasi proyek mencakup proses-proses dan kegiatan-kegiatan yang
dibutuhkan untuk mengindentifikasi, mendefinisikan, menggabungkan, menyatukan,
dan mengkoordinasikan berbagai macam proses dan kegiatan di dalam proses
manajemen proyek. Terutama berkaitan dengan mengintegrasikan proses-proses yang
ada di dalam kegiatan manajemen proyek yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
proyek secara efektif.
Proses-proses utama dalam manajemen integrasi proyek:
• Membuat Project Charter (Develop Project Charter)
Proses pembuatan sebuah dokumen yang secara formal mengesahkan keberadaan
sebuah proyek dan memberikan manajer proyek kewenangan untuk menetapkan sumber
daya organisasi yang akan digunakan dalam kegiatan proyek.
• Membuat Rencana Manajemen Proyek (Develop Project
Management Plan)
Proses penetapan, persiapan, dan koordinasi semua rencanasubsidiary dan
mengintegrasikan rencana-rencana tersebut ke dalam suatu rencana proyek yang
komprehensif.
• Mengarahkan dan Mengelola Pelaksanaan Pekerjaan Proyek
(Direct and Manage Project Work)
Proses pengarahan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah ditetapkan di
dalam rencana manajemen proyek serta menerapkan perubahan yang sudah disetujui
untuk mencapai sasaran proyek.
• Memantau dan Mengendalikan Pelaksanaan Pekerjaan Proyek
(Monitor and Control Project Work)
Proses pemonitoran, peninjauan, dan pelaporan perkembangan dari proyek terhadap
sasaran kinerja proyek seperti yang telah ditetapkan dalam rencana manajemen
proyek.
• Melaksanakan Pengontrolan Perubahan yang Terintegrasi
(Perform Integrated Change Control)
Proses peninjauan semua usulan perubahan; menyetujui perubahan dan mengelola
perubahan ke dalam pelaksanaan, aset proses organisasi, dokumen proyek, dan
rencana manajemen proyek dan mengkomunikasikan disposisi hal-hal tersebut.
• Penutupan Proyek (Close Project or Phase)
Proses penyelesaian semua kegiatan-kegiatan di dalam pelaksanaan manajemen
proyek dimana proyek telah berakhir secara formal.
MANAJEMEN RUANG LINGKUP
Project Scope Management
adalah suatu kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan
telah mencakupi semua requirement yang telah didefinisikan, dan tidak terdapat
kegiatan tambahan yang tidak berhubungan dengan requirement.
Scope pada dasarnya dapat mengacu pada dua pengertian : Product Scope dan
Project Scope. Product Scope adalah fitur dan fungsi yang merupakan
karakteristik dari produk atau layanan yang dihasilkan, Sedangkan Project Scope
adalah Kegiatan yang dilakukan untuk menghasulkan produk atau layanan
Proses Projeck Scope Management
• Plan Scope Management (Management perencanaan ruang
lingkup), adalah kegiatan untuk mendokumentasikan pendefinisian, proses
validasi, dan pengontrolan Proyek. Tujuannya adalah untuk memberikan arahan
tentang cara scope pengelolaan dalam proyek.
• Mengumpulkan Requirement, adalah kegiatan untuk mengumpulkan
kebutuhan dari Stakeholder. Pada tahap ini, input yang diperlukan diantaranya :
Scope management plan, requirement management plan, stakeholder management
plan, Project Charter, dan Stakeholder Register. Input ini kemudian diproses
dengan beberapa cara seperti interview, analisis dokumen, dan membuat
prototype. Output yang diperoleh pada tahap ini adalah requirement
documentation dan requirement traceability matrix.
• Mendefinisikan Scope (ruang lingkup). Pada tahap ini,
dilakukan pemilihan requirement berdasarkan requirement yang telah dikumpulkan
pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dibuat deskripsi lengkap tentang proyek
dan produk, atau layanan
• Membuat WBS (Work Breakdown Structure). Pada tahap ini,
dilakukan pemecahan pekerjaan agar lebih mudah dilakukan.
• Memvalidasi Scope. Proses validasi ini dilakukan
berdasarkan Control Quality yang ditinjau oleh Customer atau Sponsor.
• Mengontol Scope, adalah proses untuk memantau status dari
suatu proyek dan scope produk serta mengelola perubahan pada scope.
Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek
Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang, memprediksi
tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
• Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
• Identifikasi proyek potensial.
• Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang
dikerjakan.
• Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project
charter.
Mengapa perusahaan investasi pada IT
• Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat
untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai
tinggi
• Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen
dengan tepat.
• Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan
untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan
membuat proyek tersebut berhasil.
Cara Identifikasi Proyek Potensial
Berikut adalah cara - cara mengidentifikasi proyek potensial:
• Kebanyakan organisasi mengikuti proses perencanaan dalam
memilih proyek IT.
• Membangun Rencana strategis IT berdasarkan rencana
strategis organisasi secara menyeluruh.
• Analisis Area Bisnis.
• Mendefinisikan proyek yang potensial.
• Memilih proyek IT dan menempatkan sumber daya yang
dibutuhkan.
Kategori Proyek TI
• Software Development Project
Proyek ini adalah proyek berkelompok yang bekerja membuat sebuah software mulai
dari menspesifikasi, mendesign, mengembangkan, mengetesnya kemudian
mengaplikasikannnya. Pada proyek ini, pengembang proyek membuat software dari
blue print proyek hingga jadi tantangan dari proyek ini ialah antara supplier
dengan customer memiliki perbedaan ide dalam pengembangan software, selain itu
proyek ini hanya bisa di pahami secara benar oleh manajer proyek dan teamnya
saja sedangkan seorang customer masih sulit memahami software sehingga di
butuhkan pendekatan fleksibilitas dalam meninjau kembali spesifikasi dan
negoisasi dengan customer.
• Package Implementation Project
Proyek ini biasanya diadakan ketika perusahaan ingin menambahkan software
baru yang sesuai dengan dengan proses bisnisnya. Proyek ini sebenarnya
mudah dilakukan sendiri oleh perusahaan yang akan menggunakan software
tersebut, tetapi tidak semua perusahaan mempunyai sumber daya manusia yang
mumpuni dalam jenis proyek ini atau sudah menjadi kesepakatan antara developer
software untuk sekaligus menginstalkan software tersebut ke komputer
perusahaan.
Tantangan yang dihadapi dari proyek ini ialah kita harus mengintegrasikan data
sebelumnya atau dengan software untuk dipindahkan ke software yang dibuat.
Seorang manajer proyek serta timnya haru memberikan pelatihan agar software
dapat di gunakan secara maksimal.
• System Enhancement project
Proyek ini muncul ketika pengguna, pemilik serta sistem yang telah ada
ingin kita tingkatkan kinerjanya dengan menyediakan fitur-fitur/ fungsi baru.
Tantangan yang didapat ketika menjalankan proyek ini ialah sistem yang ingin
ditingkatkan dapat menganggu sistem yang telah ada sehingga menghambat jalanya
proyek. Tantangan yang lain yang diperoleh ialah kita mengadakan testing ke
belakang apakah peningkatan produk lama menganggu produksi yang lain.
• Consultacy and Business Analysis Assignment
Jenis proyek ini ada karena tidak semua ahli IT ingin menjadi penginstal
software atau menjadi pengembang, maka di buatlah proyek ini yang berfokus pada
isu bisnis apa saja yang sedang ngetrend pada era itu atau para pelaku proyek
ini juga bisa memberikam informasi pada bidang IT tantangan dari proyek ini adalah
banyak pengguna teknologi informasi dalam menggunakannya tidak terlalu benar,
maka sebuah konsultasi adalah suatu hal yang biasa sedangkan tantagan
yang lain ialah seorang yang bergerak yang bekerja di proyek ini harus memenuhi
deadline dari yang di minta customer dalam menganalisis bisnisnya.
• System Migration Project
Proyek ini bergerak di bidang operating system, biasanya proyek ini akan
memilih menggunakan operating system apa yang sesuai dengan kebutuhan bisnis
mereka. Tantangan dari proyek ini adalah sedikit dari penikmat proyek ini yang
akan menggunakan operating system yang baru, hal ini dapat diatasi dengan
memberikan pelatihan dan pengenalan sekilas dari pihak tim proyek atau diadakan
proyek lain yaitu proyek Consultacy and Business Analysis Assignment.
• Infrastructure Implementation
Pada proyek ini di fokuskan dalam pengenalan, penggantian dari hardware,
server, PC’s contohnya ialah pengadaan komputer dan alat-alat pendukung pada
sebuah kantor baru. Tantangan dari proyek ini adalah rawan terjadi kecurangan
dalam pengadaan infrastruktur baru dan pihak suplier menjadi pihak paling berat
karena pada pihak ini dia yang paling banyak berpatisipasi seperti berapa waktu
yang di butuhkan dalam pengadaan, pengiriman dan sebagainya
• Outsourcing (and in-sourcing) projects
Proyek ini terkait dengan keputusan perusahaan dalam mengembangkan proyek IT di
perusahaannya, sebelunya kita perlu mengetahui konsep dari outsourcing dan
insourcing. Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang
berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada
pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan
biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya sedangkan, Insourcing
merupakan metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber
daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Kedua metode ini baik
untuk di jalankan tergantung dari fokus mereka dalam menyelesaikan Proyek
ITnya. Keduanya juga memiliki kelemahan dan keuntungan masing-masing sehingga
di butuhkan manajer proyek yang berpengalaman apakah menggunakan jasa pihak
ketiga atau memaksimalkan sumber daya perusahaannya.
Tantangan dari proyek ini juga terbagi dua, apabila kita menggunakan
outsourcing, aplikasi yang di buat pihak ketiga tidak dapat di miliki
sepenuhnya oleh perusahaan kita sehingga aplikasi tersebut dapat dipakai juga
oleh kompetitor kita. Tantangan yang lain ketika menggunakan outsourcing ialah
ketika salah memilih vendor maka vendor tersebut tidak dapat membuat apa yang
sebenarnya di butuhkan oleh perusahaan sehingga perusahaan tersebut akan merugi
sedangkan tantangan yang didapat ketika menggunakan insourcing ialah kurangnya
atau tidak ada sumber daya manusia yang ahli di bidang sistem informasi
sehingga apa ada kegagalan di tanggung oleh perusahaan itu sendiri.
• Disaster recovery projects
Proyek ini semacam antisipasi, prosedur dan kebijakan keberlangsungan
infrastruktur teknologi terhadap data-data perusahaan dari berbagai macam
gangguan yang menyebabkan data-data penting tersebut rusak, hilang sehingga
dapat menganggu proses bisnis perusahaan. Tantangan dari proyek ini menyediakan
perangkat dan infrastruktur yang benar-benar aman sebagai back-up dari semua
data tersebut.
• Smaller IS project
Proyek ini biasa di akukan oleh developer sendiri untuk meningkatkan sistem
yang ada tetapi dengan lingkup yang terlalu luas dan biasanya waktu
pengerjaannya tidak terlalu lama. Tantangan dari proyek ini ialah sulit
membedakan antara pekerjaan kecil developer sendiri untuk meningktkan kinerja
suatu sistem, hal ini terjadi karena besar atau kecil perbaikan yang di lakukan
tetap membutuhkan usaha yang sama ketika developer di minta meningkatkan sistem
tersebut.
Weighted Scoring Model
Adalah tool yang dapat memberikan proses yang sistematis dalam memilih proyek
berdasarkan beberapa kriteria.
• Identifikasi kriteria yang penting.
• Tentukan bobot pada setiap kriteria.
• Tentukan score pada tiap kriteria.
• Kalikan score terhadap kriteria untuk memperoleh bobot
total.
• Makin tinggi bobot total makin baik proyek yang didapatkan.
Balanced Scorecard
Scorecard yang seimbang adalah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang
digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan
organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan
visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal,
dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan.
Balanced Scorecard tetap mempertahankan ukuran finansial tradisional Tapi
ukuran finansial menceritakan kisah tentang peristiwa masa lalu, cerita yang
memadai untuk perusahaan abad industri di mana investasi dalam kapabilitas
jangka panjang dan hubungan dengan pelanggan tidak penting untuk keberhasilan..
Langkah-langkah keuangan tidak memadai, namun, untuk menuntun dan mengevaluasi
perjalanan perusahaan bahwa informasi usia harus membuat untuk menciptakan
nilai masa depan melalui investasi pada pelanggan, pemasok, karyawan, proses,
teknologi, dan inovasi.
MANAJEMEN WAKTU
Pentingnya Jadwal Proyek
Manajer proyek biasanya menganggap penyerahan hasil tepat pada waktunya adalah
tantangan yang paling besar. Isu mengenai jadwal merupakan sebab utama
terjadinya konflik dalam proyek, khususnya pada paruh kedua jalannya proyek.
Waktu merupakan besaran yang paling tidak fleksibel; waktu akan berlalu apapun
yang terjadi pada proyek.
Terdapat konflik yang dapat terjadi pada jadwal. Penyebabnya adalah Individual
work style dan perbedaan budaya. Indikator tipe Myers-Briggs berfokus pada
perilaku individu terhadap struktur dan tenggat (deadline). Beberapa individu
memilih untuk mengikuti jadwal dan memenuhi tenggat sementara beberapa individu
yang lain tidak. Perbedaan budaya bahkan utk negara yang sama akan mempunyai
perilaku yang berbeda terhadap jadwal.
Estimasi Durasi Aktivitas Dan Pembentukan Jadwal
Sebelum Anda dapat memperkirakan durasi untuk setiap kegiatan, Anda harus
memiliki ide yang baik dari jumlah dan jenis sumber daya (orang , peralatan ,
dan bahan-bahan ) yang akan ditugaskan untuk setiap kegiatan. Sebuah daftar
proyek aktivitas , atribut kegiatan , kalender sumber daya atau
ketersediaan , perusahaan, faktor lingkungan , dan aset proses organisasi
(seperti kebijakan mengenai kepegawaian dan outsourcing ) semua masukan penting
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
MANAJEMEN BIAYA
Pentingnya Project Cost Management
Pentingnya manajemen biaya harus diselaraskan dan menjadi bagian dari strategi
pertumbuhan perusahaan, tantangannya adalah tidak hanya untuk biaya yang lebih
rendah tetapi juga untuk 'keluar berinvestasi' pesaing pada pertumbuhan. Ada
empat prinsip untuk mencapai hal ini melibatkan penggunaan penjualan ambisius
dan target pertumbuhan laba, disesuaikan biaya target pengurangan, pemotongan
biaya selektif dan kemampuan organisasi ditingkatkan.
Pengertian Cost dan Project Cost Management
Cost atau Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai
tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya.Biaya pada umumnya
diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb. Project Cost
Manajemen atau Manajemen Biaya Proyek adalah proses yang dibutuhkan untuk
menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah
disepakati.
Proses Project Cost Management
Terdapat 3 proses dalam biaya manajemen proyek yaitu:
• Cost estimating
Cost estimating melibatkan pengembangan suatu perkiraan atau estimasi biaya
dari resource yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Project manager
harus menentukan estimasi biaya dengan teliti jika ingin menylesaikan proyek
dengan batasan biaya yang ada. Salah satu hasil penting dari project cost
management adalah suatu cost estimate. Secara normal project manajer
mempersiapkan beberapa tipe dari cost estimate untuk banyak proyek. Ada tiga
tipe cost estimating, yaitu : Rough order magnitude (ROM) estimate, Budgetary
estimate, dan Definitive estimate. Cost management plan adalah suatu dokumen
yang menggambarkan bagaimana organisasi akan mengatur perbedaan biaya dalam
proyek.
• Cost budgeting
Cost budgeting melibatkan pengalokasian estimasi biaya untuk pekerjaan
perorangan dalam setiap waktu. Pekerjaan tersebut didasari pada WBS proyek yang
dikerjakan. Tujuan utama dari cost budgeting adalah untuk menghasilkan suatu
cost baseline untuk memastikan performa proyek dan kebutuhan proyek. Suatu cost
baseline adlah suatu tahapan waktu dari budget yang digunakan oleh project
manager untuk memastikan dan memantau penggunaan biaya. Cost budgeting juga
menyediakan informasi untuk pembiayaan kebutuhan.
• Cost control
Project cost control termasuk memantau penggunaan biaya, dan memastikan hanya
perubahan proyek yang sesuai yang dimasukkan dalam suatu cost baseline yang
telah ditinjau kembali dan menginformasikan stakeholder mengenai perubahan
proyek yang disahkan yang akan mempengaruhi biaya. Cost baseline, performace
report, perubahan yang diinginkan, dan pembiayaan kebutuhan proyek merupakan
input untuk proses cost control.
Prinsip dasar dari Cost Management
Ada empat prinsip untuk menyelaraskan manajemen biaya dan pertumbuhan baris
paling atas:
• Prinsip pertama. Gunakan target penjualan yang ambisius dan
pertumbuhan laba untuk memotivasi kebutuhan, dan komitmen untuk, pertumbuhan
berorientasi manajemen biaya.
• Prinsip Dua. Penjahit pengurangan biaya target ke posisi
biaya yang ada dan strategi bisnis masing – masing. Hal ini memerlukan target
pertumbuhan untuk manajer di seluruh perusahaan untuk mencerminkan
karakteristik bisnis yang, ini akan mempengaruhi berapa persen dari pendapatan
yang meningkat akan datang dari pemotongan biaya dan apa yang dari atas-garis
pertumbuhan di bisnis yang berbeda.
• Prinsip Tiga. Membedakan antara 'baik' dan 'buruk' biaya.
Bagian yang paling penting dari pendekatan manajemen yang berorientasi pertumbuhan
biaya dimulai setelah penghasilan dan biaya-pengurangan target telah
ditetapkan.
• Prinsip keempat. Membuat kondisi yang tepat untuk manajemen
biaya yang berkelanjutan. Membuat perubahan proses manajemen, organisasi dan
kemampuan sering merupakan prasyarat untuk manajemen biaya terus menerus.
Rencana sumber daya
Perencanaan sumber daya manusia adalah proses analisis dan identifikasi yang
dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga
organisasi tersebut dapat menentukan langkah yang harus diambil guna mencapai
tujuannya.
Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:
• Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
• Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM
dalam organisasi tersebut secara lengkap.
• Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job
analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
• Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa
mendatang.
• Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa
depan.
• Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan
pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja.
Langkah-langkah perencanaan sumber daya
Untuk sebuah perecanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah
dasar yang harus ditempuh:
• Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
• Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
• Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian
menganalisisnya.
• Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup
ditempuh.
• Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang
ada.
• Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar
direalisasikan.
Jenis Masalah Dengan Estimasi Biaya IT
Membuat estimasi untuk proyek perangkat lunak yang besar merupakan pekerjaan
yang cukup besar, mengingat bahwa estimasi biaya dilakukan pada berbagai level
proyek. Banyak orang melakukan estimasi dengan sedikit pengalaman akan
pekerjaan yang berkaitan. Solusinya adalah cobalah untuk melakukan berbagai
pelatihan dan mentoring. Setiap orang memiliki bias masing-masing akan
estimasi. Solusinya berikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang meyakinkan bahwa
estimasi tidak bias. Manajemen menginginkan sejumlah tawaran,bukan estimasi
sebenarnya. Manajer Proyek harus bisa bernegosiasi dengan sponsor proyek
agar dapat membuat estimasi biaya yang realistis.
Penggunaan Software dalam membantu memanajemen
Software manajemen proyek meliputi banyak jenis software, termasuk perencanaan,
kontrol biaya dan manajemen anggaran, alokasi sumber daya, software kerjasama,
komunikasi, manajemen kualitas dan dokumentasi atau sistem administrasi, yang
biasanya menghadapi kesulitan atau kerumitan saat berhadapan dengan
proyek-proyek besar. Salah satu software manajemen proyek yang cukup terkenal
dan gratis saat ini adalah GanttProject.
MANAJEMEN KUALITAS
Pengertian Kualitas
The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan
kualitas sebagai “gelar untuk satu set karakteristik yang memenuhi persyaratan”
(ISO9000: 2000). Ahli lain mendefinisikan kualitas berdasarkan:
• Conformance to requirements : proses proyek dan produk
memenuhi spesifikasi tertulis.
• Fitness for use : suatu produk dapat digunakan seperti yang
dimaksudkan.
Proses Quality Management
Project Quality Management adalah proses yang dilakukan, untuk menjamin
proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan
mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines. Merupakan semua aktivitas yang
dilakukan oleh organisasi proyek untuk memberikan jaminan tentang kabijakan
kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari pelaksanaan proyek agar proyek dapat
memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.
Quality Planning, Quality Assurance, Quality Control
Quality Planning:
• Berarti kemampuan untuk mengantisipasi situasi dan
menyiapkan tindakan untuk membawa hasil yang diinginkan.
• Penting untuk mencegah cacat dengan:
• Memilih bahan yang tepat.
• Pelatihan dan mengindoktrinasi orang-orang dalam kualitas.
• Perencanaan proses yang menjamin hasil yang sesuai.
Quality Assurance:
• Jaminan kualitas mencakup semua kegiatan yang berkaitan
dengan memenuhi standar kualitas yang relevan untuk sebuah proyek.
• Tujuan lain dari jaminan kualitas adalah peningkatan mutu
berkelanjutan.
• Benchmarking menghasilkan ide untuk perbaikan kualitas
dengan membandingkan praktek proyek tertentu atau karakteristik produk kepada
mereka dari proyek-proyek lain atau produk di dalam atau di luar organisasi.
• Quality audit adalah tinjauan terstruktur kegiatan
manajemen mutu spesifik yang membantu mengidentifikasi pelajaran yang dapat
meningkatkan kinerja pada proyek-proyek yang sedang atau akan.
Quality Control:
• Acceptance decisions.
• Rework.
• Process adjustments.
Analisi Pareto dan Contoh Diagram
Analisis Pareto adalah teknik statistik dalam pengambilan keputusan yang
digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek keseluruhan
yang signifikan. Ia menggunakan Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan
80/20) gagasan bahwa dengan melakukan 20% dari pekerjaan Anda dapat
menghasilkan 80% dari manfaat melakukan seluruh pekerjaan. Atau dalam hal
peningkatan kualitas, mayoritas besar masalah (80%) diproduksi oleh beberapa
penyebab utama (20%). Hal ini juga dikenal sebagai beberapa penting dan banyak
sepele.
Commonly Used Quality Factors
• Tangibles / Bukti langsung
Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan
oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi tangibles ini akan
menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam mengevaluasi
kualitas jasa. Perusahaan yang tidak memperhatikan fasilitas fisiknya akan
menumbuhkan kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan.
• Reliability / Keandalan
Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan
jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu.Pentingnya
dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang diberikan
tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi komponen atau unsur dimensi
reliability ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara
tepat dan pembebanan biaya secara tepat.
• Responsiveness / Ketanggapan
Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan
oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap.
Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi yang positif terhadap kualitas jasa
yang diberikan. Termasuk didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan
dalam penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau
meminimalkan kerugian konsumen dengan segera. Dimensi ini menekankan pada
perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat.
• Assurance / Jaminan
Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku employee untuk
membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkonsumsi jasa
yang ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karena melibatkan persepsi konsumen
terhadap resiko ketidakpastian yang tinggi terhadap kemampauan penyedia jasa.
Perusahaan membangun kepercayaan dan kesetiaan konsumen melalui karyawan yang
terlibat langsung menangani konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini terdiri
dari kompetensi karyawan.
• Emphaty / Empati
Emphaty merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan
untuk memberikan perhatian kepada konsumen secara individu, termasuk juga
kepekaan akan kebutuhan konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini merupakan
gabungan dari akses (access) yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan untuk
menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh masukan dari konsumen
dan pemahaman merupakan usaha untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan
keinginan konsumen.
MANAJEMEN SUMBER DAYA
Pengertian & Pentingnya Project Human Resource Management
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara
bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang
dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara
maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan
masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap
karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya
bisnis.
Keys to Managing People dan Motivasi
• Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation
and selection
a) Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia
dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.
b) Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai,
karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm
oraganisasi atau perusahaan.
c) Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari
sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
• Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and
evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai
pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu
pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di
bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.
• Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai /
Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari
organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan
dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Promosi,
Pemindahan dan Pemisahan Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi
penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar
diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan
yang lebih besar.
Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai
pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu
pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di
bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu
proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari
karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari
organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan
disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan
eksternal.
Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang
pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang
lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi,
kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi
pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah
perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji.
Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan
permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
Maslow’s Hierarchy of needs
Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik
Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat
hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan
kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik
dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan
persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan
aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri
sendiri). Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan.
• Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai
kebutuhan tingkat bawah.
• sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi
diri sebagai kebutuhan tingkat atas.
MANAJEMEN KOMUNIKASI
Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yag terpenting dalam manajemen karena proses manajemen
baru terlaksana, jika komunikasi dilakukan. Secara morfologis, terminologi
komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communis atau coninaunicatio yang
berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), dan pertukaran tempat
pembicaraan mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya, kata
sifatnya communican artinya berdialog, berunding, atau musyawarah (Anwar Arifin
1998:19).
Dalam bahasa Inggris, common memiliki arti sama berkomunikasi berarti berusaha
untuk mencapai kesamaan makna atau kesamaan arti (Commonnes). Proses komunikasi
dapat dilihat dari unsur-unsur formula Lasswell yaitu Who (siapa
pengirimnya/komunikator), Say What (apa yang dikatakan/pesan), in Which Channel
(saluran komunikasi apa yang digunakan/media), What Effect (apa akibat yang
akan ditimbulkan/efek) (Effendi,1993:256).
Pengertian Manajemen Komunikasi
Menurut Kaye (1994), kelahiran subdisiplin manajemen komunikasi tidak terlepas
dari adanya tuntutan untuk lebih membumikan ilmu komunikasi di tataran dunia
nyata. Manajemen komunikasi lahir karena adanya tuntutan umtuk menjembatani
antara teoritisi komunikasi dengan praktisi komunikasi. Para teoritisi
menghadapai keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilkinya.
Sementara para praktisi komunikasi mengalami keterbatasan pada rujukan teoritis
atau ilmu komunikasi.
Kajian Manajemen Komunikasi
Mempelajari perspektif, paradigma, teori, model, metodologi penelitian, dan
konsep-konsep komunikasi serta aspek-aspek manajerial untuk kepentingan
pengelolaan sumber daya komunikasi dalam berbagai bentuk dan konteks dalam
mewujudkan efektivitas komunikasi. Konsep manajemen dalam perspektif ilmu
komunikasi pada hakikatnya dipahami sebagai proses memengaruhi orang lain.
Selain itu, konsep dari manajemen komunikasi juga memberi saran kepada kita
bahwa kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik bukan hanya sebagai hal yang
sudah melekat dalam diri kita saja, melainkan sebagai suatu hal yang dapat kita
pelajari dan kita kembangkan.
Tujuan Pembelajaran Manajemen Komuikasi
Setiap subdisiplin dari bidang ilmu mana pun memiliki tujuannya masing-masing
bagi para sarjananya. Untuk subdisiplin manajemen komunikasi para sarjananya
dibentuk untuk memiliki keahlian dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi
berbagai bentuk kegiatan dan sumber daya komunikasi di dalam dan diantara
sistem sosial. Maka sarjana ilmu komunikasi dengan spesialisasi manajemen
komunikasi diharapkan memiliki:
• Sikap kritis dan antisipatif terhadap fenomena komunikasi
yang terjadi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
• Pengetahuan yang mendalam mengenai filosofi,metodologi, dan
teori-teori di bidang manajemen komunikasi.
• Keterampilan teknis dan strategis dalam mengelola
sumberdaya dan perilaku komunikasi.
• Kemampuan nyata dalam mengelola berbagai sumberdaya
komunikasi guna diimplementasikan kedalam program dan aktivitas komunikasi,
baik dalam konteks interpersonal, kelompok, organisasi, maupun masyarakat.
• Sikap kritis dan analitis terhadap berbagai fenomena
sosial-komunikasi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
• Pengetahuan dan keterampilan dalam merancang,memproduksi,
dan mengevaluasi berbagai produk komunikasi.
• Kemampuan mendayagunakan dalam penggunaan teknik-teknik
pertukaran informasi.
MANAJEMEN RESIKO
Pengertian Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta
benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan
timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang
mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam
kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.
Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang
berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian
risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan
menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya.
Derajat Resiko
Derajat risiko (degree of risk) adalah ukuran risiko lebih besar atau risiko
lebih kecil. Jika suatu risiko diartikan sebagai ketidakpastian, maka risiko
terbesar akan terjadi bila terdapat dua kemungkinan hasil yang masing-masing
mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi.
Klasifikasi Risiko:
• Risiko yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat
diukur.
• Risiko financial dan risiko non financial.
• Risiko statis dan risiko dinamis.
• Risiko fundamental dan risiko khusus.
• Risiko murni dan risiko spekulatif.
Risiko Dalam Manajemen Risiko Klasifikasikan
• Risiko Operasional adalah risiko yang timbul karena tidak
berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan
sistem.
• Risiko Hazard factor – factor yang mempengaruhi akibat
akibat yang ditimbulkan dari suatu peristiwa. Hazard menimbulkan kondisi yang
kondusif terhadp bencana yang menimbulkan kerugian.
• Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor
sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban
pembayaran deviden atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.
• Risiko strategic adalah risiko terjadinya serangkaian
kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manajer untuk
mengimplementasikan strateginya secara signifikan.
Penanganan Resiko
Setelah dilakukan selanjutnya ditentukan apakah resiko tersebut dapat diterima
(acceptable risk) atau tidak. Apabila resiko tidak dapat diterima (non
acceptable risk), perusahaan harus menetapkan tindak lanjut perbaikan sampai
resiko terendah dengan prinsip hirarki pengendalian sbb:
• Eliminasi.
• Subtitusi.
• Engineering.
• Administrasi.
• Alat Pelindung Diri.
DAFTAR PUSTAKA
http://ammarramadhan.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-05T21:50:00%2B07:00&max-results=7
http://herdynansyah7.blogspot.co.id/2016/10/konteks-manajemen-proyek-dan-resiko.html
http://aadnanhavif.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-10T23:36:00-08:00&max-results=7
http://adityaeswin81.blogspot.co.id/
http://adityarahmadi123.blogspot.co.id/
http://dinzonapp.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T00:36:00-08:00&max-results=7
http://faridwebster.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-biaya.html
http://fitrinovita15.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T01:44:00-08:00&max-results=7
http://bams-ramadhan.blogspot.co.id/search
http://arfadillapriatama20.blogspot.co.id/
http://huseingooners.blogspot.co.id/2016/10/tugas-kuliah-manajemen-proyek-dan-resiko.html
Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek:
• Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
• Meningkatnya relasi dengan customer
• Waktu pembangunan yang lebih singkat
• Biaya yang lebih rendah
• Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas
• Keuntungan yang lebih besar
• Meningkatnya produktivitas
• Koordinasi yang lebih baik
• Moral pekerja lebih baik
Pengertian Proyek dan Manajemen Proyek
Proyek adalah rangkaian usaha dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa unik tertentu, dilaksanakan oleh manusia dengan memanfaatkan berbagai sumber daya melalui rangkaian proses perencanaan, eksekusi dan kontrol.
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.
Kendala-kendala Manajemen Proyek:
• Proyek harus beroperasi dalam lingkungan organisasi yang luas.
• Manajer proyek perlu mengambil pandangan holistik atau sistem proyek dan mengerti bagaimana terletak didalam organisasi besar.
Kerangka Kerja Dan Area Knowledge Manajemen Proyek
Kerangka Kerja Manajemen Proyek:
• Kerangka kerja manajemen proyek menyediakan struktur dasar untuk memahami manajemen proyek
• Konteks manajemen proyek menggambarkan lingkungan internal dan eksternal dimana dimana proyek tersebut beroperasi.
• Rangkaian proses manajemen proyek menggambarkan pandangan umum tentang bagaimana proses manajemen proyek dalam pengelolaan proyek tersebut dilaksanakan dan hubungan keterkaitan antaranya.
Area Knowledge Manajemen Proyek:
• Pengelolaan Waktu proyek termasuk memperkirakan berapa lama memakan waktu untuk menyelesaikan kerja, membangun jadwal proyek yang dapat diterima, dan menjamin ketepatan waktu penyelesaian proyek tersebut.
• Pengelolaan Lingkup proyek termasuk menentukan dan mengelola semua kerja yang diperlukan untuk menyeleesaikan kesuksesan proyek.
• Pengelolaan Biaya proyek terdiri dari persiapan dan pengelolaan biaya untuk proyek.
• Proyek pengelolaan Resiko termasuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko yang terjadi di dalam proyek.
• Proyek SDM memperhatikan kegunaan efektif dari orang yang terkait dengan proyek itu.
• Project Integration management mempengaruhi dan dipengaruhioleh 8 area pengetahuan lainnya.
Alat dan Tehnik Manajemen Proyek
Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari berbagai aspek manejemen proyek:
• Analisis waktu, bagan Gantt, dan diagram network.
• Perkiraan biaya
• Perkiraan ruang lingkup.
Hubungan manajemen proyek dengan disiplin ilmu lain
• Sebagian besar pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola proyek yang unik atau hampir unik untuk manajemen proyek (misalnya: analisis jalur kritis dan struktur kerja rincian).
• Manajemen umum meliputi perencanaan, pengorganisasian, staf, melaksanakan, dan mengendalikan operasi perusahaan berlangsung. Manajemen umum juga termasuk mendukung disiplin ilmu seperti pemrograman computer, hukum, statistic dan teori probabilitas,logistic dan personel.
• Daerah aplikasi adalah kategori proyek yang memeiliki elemen umum yang signifikan dalam proyek tsb namun tidak dibutuhkan hadir dalam semua proyek. Daerah aplikasi didefinisikan dalam hal :
a) Teknis elemen, seperti pengembangan perangkat lunak, farmasi atau teknik kontruksi.
b) Manajemen elemen, seperti kontrak pemerintah atau pengembangan produk baru.
c) Industry kelompok, seperti otomotif, kimia, atau layanan keuangan.
Profesi dan Sertifikasi Manajemen Proyek
Profesi Manajemen Proyek:
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan.
Sertifikasi Manajemen Proyek:
PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dank ode etik yang telah ada.
Etika dalam Manajemen Proyek
Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara professional.
Manajemen Proyek Software
Enterprise Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa proyek untuk memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif, dan akan datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi yang lebih detail mengenai suatu proyek tertentu.
KONTEKS MANAJEMEN PROYEK & TI
Gambaran Sistem Manajamen Proyek
Manajemen merupakan proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program-program, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung menerus seiring dehgan berjalannya waktu. Supaya proses manajemen dapat berlangsung sangkil dan mangkus diperlukan sistem serta struktur organisasi yang memadai dengan program yang berorientasi pada tercapainya sasaran.
Model Sistem Manajemen
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan perwakilan sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Biasanya manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.
Pemahaman mengenai Organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya pada proyek
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaanya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Komitmen Stakeholder dan Top Manajemen dalam Proyek TI
Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).
Phase dan siklus hidup proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over Lapping Phases, Prototyping, Joint Aplication Development, Herative Life Cycle. Berikut penjelasan secara detailnya:
• Model Water Fall
a) System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software.
b) Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
c) Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
d) Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding – Maintenance.
e) Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah di ujicobakan 2. System Engineering
f) Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.
• System Engineering
Tahapannya dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique):
a) Model Objek.
b) Model Dinamis.
c) Model Fungsional.
• Over Lapping Phases
a) Komunikasi pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
b) Perencanaan, yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
c) Analisis Resiko, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis.
d) Perekayasaan, yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari apikasi tersebut.
e) Konstruksi dan peluncuran, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
f) Evaluasi Pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
• Prototyping
a) Pengumpulan kebutuhan. Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
b) Membangun prototyping. Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
c) Evaluasi protoptyping. Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan.
d) Mengkodekan sistem. Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e) Menguji sistem. Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
f) Evaluasi Sistem. Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
g) Menggunakan sistem. Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.
• Joint Aplication Development
a) Bussiness Modelling. Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
b) Data Modelling. Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
c) Process Modelling. Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
d) Aplication Generation. Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
e) Testing and Turnover. Tahap pengujian system.
• Herative Life Cycle
a) Perencanaan (Planning). Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan system.
b) Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition). Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari system.
c) Perancangan Knowledge (Knowledge Design). Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan rinci untuk system.
d) Koding dan pengujian (Code and Checkout). Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman.
e) Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification). Tahap ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi system.
f) Evaluasi sistem (System Evaluation). Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.
Siklus Hidup Produk
Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup.Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.
Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline. Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
• Tahap perkenalan (introduction)
Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan.
• Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya.
• Tahap kedewasaan (maturity)
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
• Tahap kemunduran (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun.
Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a) Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b) Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien.
c) Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d) Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e) Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
Konteks dari proyek IT
Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, output yang akan dihasilkan, pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan ditetapkan dengan jelas.
Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek teknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal.
Fungsi kerja manajemen proyek
Fungsi manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
• Planning to Do (Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.
• Pengendalian. Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek.
• Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan, supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek
Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya keahlian yang disarankan yaitu:
• Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas.
• Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
• Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
• Keterampilan teknologi.
• Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
• Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut.
Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
Effective project manager:
• Visioner.
• Kompeten.
• Motivator yang baik.
• Mendukung anggota tim.
• Membuat ide – ide baru.
Ineffective project manager:
• Minder.
• Motivator yang buruk.
• Tidak Kompeten.
• Komunikator yang buruk.
GRUP PROSES MANAJEMEN PROYEK
Grup proses manajemen proyek
Dalam sebuah manajemen proyek terdapat sejumlah proses yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, dan tiap-tiap proses tersebut membentuk suatu grup proses Dalam manajemen proyek terdapat 5 grup proses yaitu :
• Inisiasi, yaitu dilakukannya pendefinisian proyek
• Perencanaan proyek, yaitu mendefinisikan dan merinci tujuan proyek, serta merencanakan aktivitas aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek itu sendiri dan sesuai batasan yang telah disepakati.
• Eksekusi, yaitu mengintegrasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan.
• Kontrol, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
• Akhir melakukan formalisasi hasil proyek berupa barang atau jasa yang dihasilkan dari proyek.
Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam grup proses.
Inisiasi Proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga petunjuk untuk memulai perencanaan.
Dokumen Inisiasi
Merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.
Rencana Proyek
Adalah sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu dibuat.
Perencanaan Proyek
• Tujuan dan ruang lingkup proyek (Scope Management).
• Waktu Pengerjaan atau jadwal proyek (Time Management).
• Rencana Anggaran Biaya Proyek (Cost Management).
• Kualitas Proyek (Quality Management).
• Sumber Daya Proyek (Resource Management).
• Manajemen Resiko (Risk Management).
• Perencanaan Komunikasi (Communication Management).
• Pengadaan (Procurement Management).
• Integrasi (Integration Management).
Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek jugapenyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.
MANAJEMEN INTEGRASI PROYEK
Manajemen integrasi proyek mencakup proses-proses dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mengindentifikasi, mendefinisikan, menggabungkan, menyatukan, dan mengkoordinasikan berbagai macam proses dan kegiatan di dalam proses manajemen proyek. Terutama berkaitan dengan mengintegrasikan proses-proses yang ada di dalam kegiatan manajemen proyek yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek secara efektif.
Proses-proses utama dalam manajemen integrasi proyek:
• Membuat Project Charter (Develop Project Charter)
Proses pembuatan sebuah dokumen yang secara formal mengesahkan keberadaan sebuah proyek dan memberikan manajer proyek kewenangan untuk menetapkan sumber daya organisasi yang akan digunakan dalam kegiatan proyek.
• Membuat Rencana Manajemen Proyek (Develop Project Management Plan)
Proses penetapan, persiapan, dan koordinasi semua rencanasubsidiary dan mengintegrasikan rencana-rencana tersebut ke dalam suatu rencana proyek yang komprehensif.
• Mengarahkan dan Mengelola Pelaksanaan Pekerjaan Proyek (Direct and Manage Project Work)
Proses pengarahan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah ditetapkan di dalam rencana manajemen proyek serta menerapkan perubahan yang sudah disetujui untuk mencapai sasaran proyek.
• Memantau dan Mengendalikan Pelaksanaan Pekerjaan Proyek (Monitor and Control Project Work)
Proses pemonitoran, peninjauan, dan pelaporan perkembangan dari proyek terhadap sasaran kinerja proyek seperti yang telah ditetapkan dalam rencana manajemen proyek.
• Melaksanakan Pengontrolan Perubahan yang Terintegrasi (Perform Integrated Change Control)
Proses peninjauan semua usulan perubahan; menyetujui perubahan dan mengelola perubahan ke dalam pelaksanaan, aset proses organisasi, dokumen proyek, dan rencana manajemen proyek dan mengkomunikasikan disposisi hal-hal tersebut.
• Penutupan Proyek (Close Project or Phase)
Proses penyelesaian semua kegiatan-kegiatan di dalam pelaksanaan manajemen proyek dimana proyek telah berakhir secara formal.
MANAJEMEN RUANG LINGKUP
Project Scope Management
adalah suatu kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan telah mencakupi semua requirement yang telah didefinisikan, dan tidak terdapat kegiatan tambahan yang tidak berhubungan dengan requirement.
Scope pada dasarnya dapat mengacu pada dua pengertian : Product Scope dan Project Scope. Product Scope adalah fitur dan fungsi yang merupakan karakteristik dari produk atau layanan yang dihasilkan, Sedangkan Project Scope adalah Kegiatan yang dilakukan untuk menghasulkan produk atau layanan
Proses Projeck Scope Management
• Plan Scope Management (Management perencanaan ruang lingkup), adalah kegiatan untuk mendokumentasikan pendefinisian, proses validasi, dan pengontrolan Proyek. Tujuannya adalah untuk memberikan arahan tentang cara scope pengelolaan dalam proyek.
• Mengumpulkan Requirement, adalah kegiatan untuk mengumpulkan kebutuhan dari Stakeholder. Pada tahap ini, input yang diperlukan diantaranya : Scope management plan, requirement management plan, stakeholder management plan, Project Charter, dan Stakeholder Register. Input ini kemudian diproses dengan beberapa cara seperti interview, analisis dokumen, dan membuat prototype. Output yang diperoleh pada tahap ini adalah requirement documentation dan requirement traceability matrix.
• Mendefinisikan Scope (ruang lingkup). Pada tahap ini, dilakukan pemilihan requirement berdasarkan requirement yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dibuat deskripsi lengkap tentang proyek dan produk, atau layanan
• Membuat WBS (Work Breakdown Structure). Pada tahap ini, dilakukan pemecahan pekerjaan agar lebih mudah dilakukan.
• Memvalidasi Scope. Proses validasi ini dilakukan berdasarkan Control Quality yang ditinjau oleh Customer atau Sponsor.
• Mengontol Scope, adalah proses untuk memantau status dari suatu proyek dan scope produk serta mengelola perubahan pada scope.
Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek
Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang, memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
• Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
• Identifikasi proyek potensial.
• Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
• Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.
Mengapa perusahaan investasi pada IT
• Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
• Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
• Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.
Cara Identifikasi Proyek Potensial
Berikut adalah cara - cara mengidentifikasi proyek potensial:
• Kebanyakan organisasi mengikuti proses perencanaan dalam memilih proyek IT.
• Membangun Rencana strategis IT berdasarkan rencana strategis organisasi secara menyeluruh.
• Analisis Area Bisnis.
• Mendefinisikan proyek yang potensial.
• Memilih proyek IT dan menempatkan sumber daya yang dibutuhkan.
Kategori Proyek TI
• Software Development Project
Proyek ini adalah proyek berkelompok yang bekerja membuat sebuah software mulai dari menspesifikasi, mendesign, mengembangkan, mengetesnya kemudian mengaplikasikannnya. Pada proyek ini, pengembang proyek membuat software dari blue print proyek hingga jadi tantangan dari proyek ini ialah antara supplier dengan customer memiliki perbedaan ide dalam pengembangan software, selain itu proyek ini hanya bisa di pahami secara benar oleh manajer proyek dan teamnya saja sedangkan seorang customer masih sulit memahami software sehingga di butuhkan pendekatan fleksibilitas dalam meninjau kembali spesifikasi dan negoisasi dengan customer.
• Package Implementation Project
Proyek ini biasanya diadakan ketika perusahaan ingin menambahkan software baru yang sesuai dengan dengan proses bisnisnya. Proyek ini sebenarnya mudah dilakukan sendiri oleh perusahaan yang akan menggunakan software tersebut, tetapi tidak semua perusahaan mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dalam jenis proyek ini atau sudah menjadi kesepakatan antara developer software untuk sekaligus menginstalkan software tersebut ke komputer perusahaan.
Tantangan yang dihadapi dari proyek ini ialah kita harus mengintegrasikan data sebelumnya atau dengan software untuk dipindahkan ke software yang dibuat. Seorang manajer proyek serta timnya haru memberikan pelatihan agar software dapat di gunakan secara maksimal.
• System Enhancement project
Proyek ini muncul ketika pengguna, pemilik serta sistem yang telah ada ingin kita tingkatkan kinerjanya dengan menyediakan fitur-fitur/ fungsi baru. Tantangan yang didapat ketika menjalankan proyek ini ialah sistem yang ingin ditingkatkan dapat menganggu sistem yang telah ada sehingga menghambat jalanya proyek. Tantangan yang lain yang diperoleh ialah kita mengadakan testing ke belakang apakah peningkatan produk lama menganggu produksi yang lain.
• Consultacy and Business Analysis Assignment
Jenis proyek ini ada karena tidak semua ahli IT ingin menjadi penginstal software atau menjadi pengembang, maka di buatlah proyek ini yang berfokus pada isu bisnis apa saja yang sedang ngetrend pada era itu atau para pelaku proyek ini juga bisa memberikam informasi pada bidang IT tantangan dari proyek ini adalah banyak pengguna teknologi informasi dalam menggunakannya tidak terlalu benar, maka sebuah konsultasi adalah suatu hal yang biasa sedangkan tantagan yang lain ialah seorang yang bergerak yang bekerja di proyek ini harus memenuhi deadline dari yang di minta customer dalam menganalisis bisnisnya.
• System Migration Project
Proyek ini bergerak di bidang operating system, biasanya proyek ini akan memilih menggunakan operating system apa yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Tantangan dari proyek ini adalah sedikit dari penikmat proyek ini yang akan menggunakan operating system yang baru, hal ini dapat diatasi dengan memberikan pelatihan dan pengenalan sekilas dari pihak tim proyek atau diadakan proyek lain yaitu proyek Consultacy and Business Analysis Assignment.
• Infrastructure Implementation
Pada proyek ini di fokuskan dalam pengenalan, penggantian dari hardware, server, PC’s contohnya ialah pengadaan komputer dan alat-alat pendukung pada sebuah kantor baru. Tantangan dari proyek ini adalah rawan terjadi kecurangan dalam pengadaan infrastruktur baru dan pihak suplier menjadi pihak paling berat karena pada pihak ini dia yang paling banyak berpatisipasi seperti berapa waktu yang di butuhkan dalam pengadaan, pengiriman dan sebagainya
• Outsourcing (and in-sourcing) projects
Proyek ini terkait dengan keputusan perusahaan dalam mengembangkan proyek IT di perusahaannya, sebelunya kita perlu mengetahui konsep dari outsourcing dan insourcing. Outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya sedangkan, Insourcing merupakan metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Kedua metode ini baik untuk di jalankan tergantung dari fokus mereka dalam menyelesaikan Proyek ITnya. Keduanya juga memiliki kelemahan dan keuntungan masing-masing sehingga di butuhkan manajer proyek yang berpengalaman apakah menggunakan jasa pihak ketiga atau memaksimalkan sumber daya perusahaannya.
Tantangan dari proyek ini juga terbagi dua, apabila kita menggunakan outsourcing, aplikasi yang di buat pihak ketiga tidak dapat di miliki sepenuhnya oleh perusahaan kita sehingga aplikasi tersebut dapat dipakai juga oleh kompetitor kita. Tantangan yang lain ketika menggunakan outsourcing ialah ketika salah memilih vendor maka vendor tersebut tidak dapat membuat apa yang sebenarnya di butuhkan oleh perusahaan sehingga perusahaan tersebut akan merugi sedangkan tantangan yang didapat ketika menggunakan insourcing ialah kurangnya atau tidak ada sumber daya manusia yang ahli di bidang sistem informasi sehingga apa ada kegagalan di tanggung oleh perusahaan itu sendiri.
• Disaster recovery projects
Proyek ini semacam antisipasi, prosedur dan kebijakan keberlangsungan infrastruktur teknologi terhadap data-data perusahaan dari berbagai macam gangguan yang menyebabkan data-data penting tersebut rusak, hilang sehingga dapat menganggu proses bisnis perusahaan. Tantangan dari proyek ini menyediakan perangkat dan infrastruktur yang benar-benar aman sebagai back-up dari semua data tersebut.
• Smaller IS project
Proyek ini biasa di akukan oleh developer sendiri untuk meningkatkan sistem yang ada tetapi dengan lingkup yang terlalu luas dan biasanya waktu pengerjaannya tidak terlalu lama. Tantangan dari proyek ini ialah sulit membedakan antara pekerjaan kecil developer sendiri untuk meningktkan kinerja suatu sistem, hal ini terjadi karena besar atau kecil perbaikan yang di lakukan tetap membutuhkan usaha yang sama ketika developer di minta meningkatkan sistem tersebut.
Weighted Scoring Model
Adalah tool yang dapat memberikan proses yang sistematis dalam memilih proyek berdasarkan beberapa kriteria.
• Identifikasi kriteria yang penting.
• Tentukan bobot pada setiap kriteria.
• Tentukan score pada tiap kriteria.
• Kalikan score terhadap kriteria untuk memperoleh bobot total.
• Makin tinggi bobot total makin baik proyek yang didapatkan.
Balanced Scorecard
Scorecard yang seimbang adalah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan.
Balanced Scorecard tetap mempertahankan ukuran finansial tradisional Tapi ukuran finansial menceritakan kisah tentang peristiwa masa lalu, cerita yang memadai untuk perusahaan abad industri di mana investasi dalam kapabilitas jangka panjang dan hubungan dengan pelanggan tidak penting untuk keberhasilan.. Langkah-langkah keuangan tidak memadai, namun, untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan perusahaan bahwa informasi usia harus membuat untuk menciptakan nilai masa depan melalui investasi pada pelanggan, pemasok, karyawan, proses, teknologi, dan inovasi.
MANAJEMEN WAKTU
Pentingnya Jadwal Proyek
Manajer proyek biasanya menganggap penyerahan hasil tepat pada waktunya adalah tantangan yang paling besar. Isu mengenai jadwal merupakan sebab utama terjadinya konflik dalam proyek, khususnya pada paruh kedua jalannya proyek. Waktu merupakan besaran yang paling tidak fleksibel; waktu akan berlalu apapun yang terjadi pada proyek.
Terdapat konflik yang dapat terjadi pada jadwal. Penyebabnya adalah Individual work style dan perbedaan budaya. Indikator tipe Myers-Briggs berfokus pada perilaku individu terhadap struktur dan tenggat (deadline). Beberapa individu memilih untuk mengikuti jadwal dan memenuhi tenggat sementara beberapa individu yang lain tidak. Perbedaan budaya bahkan utk negara yang sama akan mempunyai perilaku yang berbeda terhadap jadwal.
Estimasi Durasi Aktivitas Dan Pembentukan Jadwal
Sebelum Anda dapat memperkirakan durasi untuk setiap kegiatan, Anda harus memiliki ide yang baik dari jumlah dan jenis sumber daya (orang , peralatan , dan bahan-bahan ) yang akan ditugaskan untuk setiap kegiatan. Sebuah daftar proyek aktivitas , atribut kegiatan , kalender sumber daya atau ketersediaan , perusahaan, faktor lingkungan , dan aset proses organisasi (seperti kebijakan mengenai kepegawaian dan outsourcing ) semua masukan penting untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
MANAJEMEN BIAYA
Pentingnya Project Cost Management
Pentingnya manajemen biaya harus diselaraskan dan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, tantangannya adalah tidak hanya untuk biaya yang lebih rendah tetapi juga untuk 'keluar berinvestasi' pesaing pada pertumbuhan. Ada empat prinsip untuk mencapai hal ini melibatkan penggunaan penjualan ambisius dan target pertumbuhan laba, disesuaikan biaya target pengurangan, pemotongan biaya selektif dan kemampuan organisasi ditingkatkan.
Pengertian Cost dan Project Cost Management
Cost atau Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya.Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb. Project Cost Manajemen atau Manajemen Biaya Proyek adalah proses yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah disepakati.
Proses Project Cost Management
Terdapat 3 proses dalam biaya manajemen proyek yaitu:
• Cost estimating
Cost estimating melibatkan pengembangan suatu perkiraan atau estimasi biaya dari resource yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Project manager harus menentukan estimasi biaya dengan teliti jika ingin menylesaikan proyek dengan batasan biaya yang ada. Salah satu hasil penting dari project cost management adalah suatu cost estimate. Secara normal project manajer mempersiapkan beberapa tipe dari cost estimate untuk banyak proyek. Ada tiga tipe cost estimating, yaitu : Rough order magnitude (ROM) estimate, Budgetary estimate, dan Definitive estimate. Cost management plan adalah suatu dokumen yang menggambarkan bagaimana organisasi akan mengatur perbedaan biaya dalam proyek.
• Cost budgeting
Cost budgeting melibatkan pengalokasian estimasi biaya untuk pekerjaan perorangan dalam setiap waktu. Pekerjaan tersebut didasari pada WBS proyek yang dikerjakan. Tujuan utama dari cost budgeting adalah untuk menghasilkan suatu cost baseline untuk memastikan performa proyek dan kebutuhan proyek. Suatu cost baseline adlah suatu tahapan waktu dari budget yang digunakan oleh project manager untuk memastikan dan memantau penggunaan biaya. Cost budgeting juga menyediakan informasi untuk pembiayaan kebutuhan.
• Cost control
Project cost control termasuk memantau penggunaan biaya, dan memastikan hanya perubahan proyek yang sesuai yang dimasukkan dalam suatu cost baseline yang telah ditinjau kembali dan menginformasikan stakeholder mengenai perubahan proyek yang disahkan yang akan mempengaruhi biaya. Cost baseline, performace report, perubahan yang diinginkan, dan pembiayaan kebutuhan proyek merupakan input untuk proses cost control.
Prinsip dasar dari Cost Management
Ada empat prinsip untuk menyelaraskan manajemen biaya dan pertumbuhan baris paling atas:
• Prinsip pertama. Gunakan target penjualan yang ambisius dan pertumbuhan laba untuk memotivasi kebutuhan, dan komitmen untuk, pertumbuhan berorientasi manajemen biaya.
• Prinsip Dua. Penjahit pengurangan biaya target ke posisi biaya yang ada dan strategi bisnis masing – masing. Hal ini memerlukan target pertumbuhan untuk manajer di seluruh perusahaan untuk mencerminkan karakteristik bisnis yang, ini akan mempengaruhi berapa persen dari pendapatan yang meningkat akan datang dari pemotongan biaya dan apa yang dari atas-garis pertumbuhan di bisnis yang berbeda.
• Prinsip Tiga. Membedakan antara 'baik' dan 'buruk' biaya. Bagian yang paling penting dari pendekatan manajemen yang berorientasi pertumbuhan biaya dimulai setelah penghasilan dan biaya-pengurangan target telah ditetapkan.
• Prinsip keempat. Membuat kondisi yang tepat untuk manajemen biaya yang berkelanjutan. Membuat perubahan proses manajemen, organisasi dan kemampuan sering merupakan prasyarat untuk manajemen biaya terus menerus.
Rencana sumber daya
Perencanaan sumber daya manusia adalah proses analisis dan identifikasi yang dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga organisasi tersebut dapat menentukan langkah yang harus diambil guna mencapai tujuannya.
Terdapat beberapa syarat untuk membuat sebuah perencanaan SDM yang baik, yakni:
• Harus mengetahui secara jelas masalah yang direncanakannya.
• Harus mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM dalam organisasi tersebut secara lengkap.
• Mempunyai pengalaman luas tentang analisis pekerjaan (job analysis), kondisi organisasi, dan persediaan SDM.
• Harus mampu membaca situasi SDM saat ini dan masa mendatang.
• Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
• Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan pemerintah, khususnya yang menyangkut tenaga kerja.
Langkah-langkah perencanaan sumber daya
Untuk sebuah perecanaan SDM yang baik, diperlukan tahapan-tahapan atau langkah dasar yang harus ditempuh:
• Mampu menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM.
• Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai SDM.
• Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya.
• Menetapkan beberapa alternatif yang kira-kira sanggup ditempuh.
• Memilih alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang ada.
• Menginformasikan rencana terpilih kepada para karyawan agar direalisasikan.
Jenis Masalah Dengan Estimasi Biaya IT
Membuat estimasi untuk proyek perangkat lunak yang besar merupakan pekerjaan yang cukup besar, mengingat bahwa estimasi biaya dilakukan pada berbagai level proyek. Banyak orang melakukan estimasi dengan sedikit pengalaman akan pekerjaan yang berkaitan. Solusinya adalah cobalah untuk melakukan berbagai pelatihan dan mentoring. Setiap orang memiliki bias masing-masing akan estimasi. Solusinya berikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang meyakinkan bahwa estimasi tidak bias. Manajemen menginginkan sejumlah tawaran,bukan estimasi sebenarnya. Manajer Proyek harus bisa bernegosiasi dengan sponsor proyek agar dapat membuat estimasi biaya yang realistis.
Penggunaan Software dalam membantu memanajemen
Software manajemen proyek meliputi banyak jenis software, termasuk perencanaan, kontrol biaya dan manajemen anggaran, alokasi sumber daya, software kerjasama, komunikasi, manajemen kualitas dan dokumentasi atau sistem administrasi, yang biasanya menghadapi kesulitan atau kerumitan saat berhadapan dengan proyek-proyek besar. Salah satu software manajemen proyek yang cukup terkenal dan gratis saat ini adalah GanttProject.
MANAJEMEN KUALITAS
Pengertian Kualitas
The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan kualitas sebagai “gelar untuk satu set karakteristik yang memenuhi persyaratan” (ISO9000: 2000). Ahli lain mendefinisikan kualitas berdasarkan:
• Conformance to requirements : proses proyek dan produk memenuhi spesifikasi tertulis.
• Fitness for use : suatu produk dapat digunakan seperti yang dimaksudkan.
Proses Quality Management
Project Quality Management adalah proses yang dilakukan, untuk menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines. Merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh organisasi proyek untuk memberikan jaminan tentang kabijakan kualitas, tujuan dan tanggung jawab dari pelaksanaan proyek agar proyek dapat memenuhi kebutuhan yang sudah disepakati.
Quality Planning, Quality Assurance, Quality Control
Quality Planning:
• Berarti kemampuan untuk mengantisipasi situasi dan menyiapkan tindakan untuk membawa hasil yang diinginkan.
• Penting untuk mencegah cacat dengan:
• Memilih bahan yang tepat.
• Pelatihan dan mengindoktrinasi orang-orang dalam kualitas.
• Perencanaan proses yang menjamin hasil yang sesuai.
Quality Assurance:
• Jaminan kualitas mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan memenuhi standar kualitas yang relevan untuk sebuah proyek.
• Tujuan lain dari jaminan kualitas adalah peningkatan mutu berkelanjutan.
• Benchmarking menghasilkan ide untuk perbaikan kualitas dengan membandingkan praktek proyek tertentu atau karakteristik produk kepada mereka dari proyek-proyek lain atau produk di dalam atau di luar organisasi.
• Quality audit adalah tinjauan terstruktur kegiatan manajemen mutu spesifik yang membantu mengidentifikasi pelajaran yang dapat meningkatkan kinerja pada proyek-proyek yang sedang atau akan.
Quality Control:
• Acceptance decisions.
• Rework.
• Process adjustments.
Analisi Pareto dan Contoh Diagram
Analisis Pareto adalah teknik statistik dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek keseluruhan yang signifikan. Ia menggunakan Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan 80/20) gagasan bahwa dengan melakukan 20% dari pekerjaan Anda dapat menghasilkan 80% dari manfaat melakukan seluruh pekerjaan. Atau dalam hal peningkatan kualitas, mayoritas besar masalah (80%) diproduksi oleh beberapa penyebab utama (20%). Hal ini juga dikenal sebagai beberapa penting dan banyak sepele.
Commonly Used Quality Factors
• Tangibles / Bukti langsung
Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi tangibles ini akan menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang tidak memperhatikan fasilitas fisiknya akan menumbuhkan kebingungan atau bahkan merusak image perusahaan.
• Reliability / Keandalan
Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu.Pentingnya dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara tepat dan pembebanan biaya secara tepat.
• Responsiveness / Ketanggapan
Responsiveness atau daya tanggap merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap. Daya tanggap dapat menumbuhkan persepsi yang positif terhadap kualitas jasa yang diberikan. Termasuk didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau meminimalkan kerugian konsumen dengan segera. Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat.
• Assurance / Jaminan
Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku employee untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkonsumsi jasa yang ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karena melibatkan persepsi konsumen terhadap resiko ketidakpastian yang tinggi terhadap kemampauan penyedia jasa. Perusahaan membangun kepercayaan dan kesetiaan konsumen melalui karyawan yang terlibat langsung menangani konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini terdiri dari kompetensi karyawan.
• Emphaty / Empati
Emphaty merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan langsung oleh karyawan untuk memberikan perhatian kepada konsumen secara individu, termasuk juga kepekaan akan kebutuhan konsumen. Jadi komponen dari dimensi ini merupakan gabungan dari akses (access) yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, komunikasi merupakan kemampuan melakukan untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau memperoleh masukan dari konsumen dan pemahaman merupakan usaha untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.
MANAJEMEN SUMBER DAYA
Pengertian & Pentingnya Project Human Resource Management
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Keys to Managing People dan Motivasi
• Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
a) Persiapan
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul.
b) Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan.
c) Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada.
• Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada.
• Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Promosi, Pemindahan dan Pemisahan Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar.
Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal.
Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
Maslow’s Hierarchy of needs
Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri). Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan.
• Kebutuhan fisiologis dan rasa aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah.
• sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas.
MANAJEMEN KOMUNIKASI
Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yag terpenting dalam manajemen karena proses manajemen baru terlaksana, jika komunikasi dilakukan. Secara morfologis, terminologi komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communis atau coninaunicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), dan pertukaran tempat pembicaraan mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya, kata sifatnya communican artinya berdialog, berunding, atau musyawarah (Anwar Arifin 1998:19).
Dalam bahasa Inggris, common memiliki arti sama berkomunikasi berarti berusaha untuk mencapai kesamaan makna atau kesamaan arti (Commonnes). Proses komunikasi dapat dilihat dari unsur-unsur formula Lasswell yaitu Who (siapa pengirimnya/komunikator), Say What (apa yang dikatakan/pesan), in Which Channel (saluran komunikasi apa yang digunakan/media), What Effect (apa akibat yang akan ditimbulkan/efek) (Effendi,1993:256).
Pengertian Manajemen Komunikasi
Menurut Kaye (1994), kelahiran subdisiplin manajemen komunikasi tidak terlepas dari adanya tuntutan untuk lebih membumikan ilmu komunikasi di tataran dunia nyata. Manajemen komunikasi lahir karena adanya tuntutan umtuk menjembatani antara teoritisi komunikasi dengan praktisi komunikasi. Para teoritisi menghadapai keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilkinya. Sementara para praktisi komunikasi mengalami keterbatasan pada rujukan teoritis atau ilmu komunikasi.
Kajian Manajemen Komunikasi
Mempelajari perspektif, paradigma, teori, model, metodologi penelitian, dan konsep-konsep komunikasi serta aspek-aspek manajerial untuk kepentingan pengelolaan sumber daya komunikasi dalam berbagai bentuk dan konteks dalam mewujudkan efektivitas komunikasi. Konsep manajemen dalam perspektif ilmu komunikasi pada hakikatnya dipahami sebagai proses memengaruhi orang lain. Selain itu, konsep dari manajemen komunikasi juga memberi saran kepada kita bahwa kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik bukan hanya sebagai hal yang sudah melekat dalam diri kita saja, melainkan sebagai suatu hal yang dapat kita pelajari dan kita kembangkan.
Tujuan Pembelajaran Manajemen Komuikasi
Setiap subdisiplin dari bidang ilmu mana pun memiliki tujuannya masing-masing bagi para sarjananya. Untuk subdisiplin manajemen komunikasi para sarjananya dibentuk untuk memiliki keahlian dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi berbagai bentuk kegiatan dan sumber daya komunikasi di dalam dan diantara sistem sosial. Maka sarjana ilmu komunikasi dengan spesialisasi manajemen komunikasi diharapkan memiliki:
• Sikap kritis dan antisipatif terhadap fenomena komunikasi yang terjadi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
• Pengetahuan yang mendalam mengenai filosofi,metodologi, dan teori-teori di bidang manajemen komunikasi.
• Keterampilan teknis dan strategis dalam mengelola sumberdaya dan perilaku komunikasi.
• Kemampuan nyata dalam mengelola berbagai sumberdaya komunikasi guna diimplementasikan kedalam program dan aktivitas komunikasi, baik dalam konteks interpersonal, kelompok, organisasi, maupun masyarakat.
• Sikap kritis dan analitis terhadap berbagai fenomena sosial-komunikasi maupun trend perkembangan ilmu dan teknologi komunikasi.
• Pengetahuan dan keterampilan dalam merancang,memproduksi, dan mengevaluasi berbagai produk komunikasi.
• Kemampuan mendayagunakan dalam penggunaan teknik-teknik pertukaran informasi.
MANAJEMEN RESIKO
Pengertian Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko. Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan.
Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya.
Derajat Resiko
Derajat risiko (degree of risk) adalah ukuran risiko lebih besar atau risiko lebih kecil. Jika suatu risiko diartikan sebagai ketidakpastian, maka risiko terbesar akan terjadi bila terdapat dua kemungkinan hasil yang masing-masing mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadi.
Klasifikasi Risiko:
• Risiko yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat diukur.
• Risiko financial dan risiko non financial.
• Risiko statis dan risiko dinamis.
• Risiko fundamental dan risiko khusus.
• Risiko murni dan risiko spekulatif.
Risiko Dalam Manajemen Risiko Klasifikasikan
• Risiko Operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem.
• Risiko Hazard factor – factor yang mempengaruhi akibat akibat yang ditimbulkan dari suatu peristiwa. Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadp bencana yang menimbulkan kerugian.
• Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.
• Risiko strategic adalah risiko terjadinya serangkaian kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manajer untuk mengimplementasikan strateginya secara signifikan.
Penanganan Resiko
Setelah dilakukan selanjutnya ditentukan apakah resiko tersebut dapat diterima (acceptable risk) atau tidak. Apabila resiko tidak dapat diterima (non acceptable risk), perusahaan harus menetapkan tindak lanjut perbaikan sampai resiko terendah dengan prinsip hirarki pengendalian sbb:
• Eliminasi.
• Subtitusi.
• Engineering.
• Administrasi.
• Alat Pelindung Diri.
DAFTAR PUSTAKA
http://ammarramadhan.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-05T21:50:00%2B07:00&max-results=7
http://herdynansyah7.blogspot.co.id/2016/10/konteks-manajemen-proyek-dan-resiko.html
http://aadnanhavif.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-10T23:36:00-08:00&max-results=7
http://adityaeswin81.blogspot.co.id/
http://adityarahmadi123.blogspot.co.id/
http://dinzonapp.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T00:36:00-08:00&max-results=7
http://faridwebster.blogspot.co.id/2016/10/manajemen-biaya.html
http://fitrinovita15.blogspot.co.id/search?updated-max=2016-11-11T01:44:00-08:00&max-results=7
http://bams-ramadhan.blogspot.co.id/search
http://arfadillapriatama20.blogspot.co.id/
http://huseingooners.blogspot.co.id/2016/10/tugas-kuliah-manajemen-proyek-dan-resiko.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar